Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Kemarau panjang yang melanda wilayah Pangandaran tahun ini mengakibatkan debit air sungai Santirah di Desa Selasari, Kecamatan Parigi mengalami pengurangan yang luar biasa. Bahkan, kondisi tersebut berdampak besar terhadap tingkat kunjungan wisatawan.
Pengelola Wisata Air Santirah, Abah Kunay, mengatakan, kemarau panjang yang terjadi tahun ini sangat berpengaruh terhadap wisata-wisata air di Kabupaten Pangandaran, salah satunya di wisata air Santirah.
“Jika biasanya pengunjung mencapai seribu orang perbulan, kini hanya sekitar 300 sampai 400 orang saja perbulan,” ucapnya kapada Koran HR, Selasa (17/09/2019).
Kejadian seperti ini, kata Kunay, selalu terjadi setiap tahun. Namun untuk tahun ini lebih parah dibanding tahun sebelumnya. Hal itu disebabkan berkurangnya debit air di sungai tersebut.
“Faktor berkurangnya debit air di sungai tersebut dikarenakan berbagai hal, di antaranya kemarau yang panjang dan berkurangnya daerah resapan air,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi hal seperti ini, ia berharap pemerintah secepatnya melakukan tindakan dengan melakukan penghijauan kembali hutan, terutama di hulu sungai yang menjadi daerah resapan air.
Diketahui, destinasi wisata alam Santirah merupakan destinasi wisata air atau body rafting yang mana para pengunjung akan diajak berenang dan menelusuri sungai Santirah.
“Jadi semua itu sangat berhubungan dengan air. Maka dengan berkurangnya debit air itu tentu akan sangat berpengaruh terhadap keindahan wisata ini,” pungkasnya. (Enceng/Koran HR)