Berita Ciamis, (haraparnakyat.com),- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis mencatat, terhitung dari Bulan Januari sampai dengan 10 September 2019, ada sekitar 55 rumah dan 15,824 hektar lahan terbakar. Dan paling banyak jumlahnya pada puncak kemarau, di bulan Agustus.
Kepala Bidang Kedaruratan (Darlog) BPBD Ciamis, Ani Supiani, ketika ditemui Koran HR, Selasa (10/09/2019), membenarkan data sepanjang Januari sampai September 2019 tersebut.
“Bulan Agustus menjadi puncak kemarau menurut BMKG. Memang pada bulan Agustus paling banyak terjadi kebakaran di Kabupaten Ciamis,” ungkapnya.
Ani mengungkapkan, faktor penyebab terjadinya kebakaran rumah mayoritas akibat konsleting listrik, lupa mamatikan kompor dan faktor lainnya.
“Biasanya, faktor yang mengakibatkan kebakaran rumah didominasi konsleting listrik ataupun lupa mematikan kompor,” katanya.
Lebih lanjut, Ani menuturkan, untuk kebakaran lahan biasanya dari ulah manusia itu sendiri. Dugaan penyebabnya akibat membuang puntung rokok sembarangan saat angin kencang ataupun sisa pembakaran api unggun dan lainnya.
“Untuk kebakaran lahan, biasanya (hasil survei dan penelitian) karena ulah manusia,” katanya.
Ani mengimbau, untuk urusan listrik jangan tumpuk listrik di saklar atau terminal, karena akan menimbulkan beban panas yang belebihan. Dan juga tidak lupa mematikan alat elektronik usai digunakan.
“Selain itu, penggunaan kompor gas harus memasang selang kran gas dengan kuat, sehingga harus memeriksa selang kran gas reguler dan tabung secara teliti. Dan bagi warga yang dekat lahan perkebunan, bila membuang puntung rokok jangan sampai dibuang di lahan kering atau tempat sampah. Kala mau buang, matikan dulu,” pungkasnya. (Fahmi/Koran HR)