Berita Banjar, (harapanrakyat.com),– Keterbatasan nampaknya tidak menghalangi anak-anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di SLB Kota Banjar untuk berprestasi. Hal itu mereka buktikan melalui budidaya bunga anggrek yang mereka kembangkan dengan sistem hidroponik.
“Semua anak-anak yang mengerjakan, kalau dari pendidik ya hanya mendampingi dan memberikan arahan,” kata Dedi Nurwandi, salah sorang tenaga pendidik di SLB (Sekolah Luar Biasa) Negeri Banjar saat ditemui HR Online, Selasa (10/9/19).
Dedi menjelaskan, hasil karya anak-anak di sekolah berkebutuhan khusus tersebut berawal ketika ada lomba tingkat nasional.
“Dulu kan pernah ada lomba tingkat nasional, kebetulan ada salah satu sekolah yang membawa hasil budidaya hidroponik. Nah, dari situ saya mulai berpikir untuk mengembangkan,” kata Dedi.
Setelah itu, dirinya mencoba menanam sayuran dengan sistem hidroponik. “Sempat berjalan sekitar tiga tahun, namun karena banyak kendala akhirnya beralih ke tanaman bunga,” terangnya.
Dedi menyebutkan, kendala yang dihadapi untuk tanaman sayur hidroponik diantaranya dari segi perawatan harus maksimal, selain itu harganya juga belum terjangkau oleh masyarakat luas.
“Memang dari segi kualitas sayuran hidroponik lebih bagus, hanya saja permintaan pasar belum memungkinkan. Berbeda dengan tanaman bunga yang banyak digemari dan perawatannya juga lebih mudah,” ujarnya.
Berkat keuletan murid-murid SLB Kota Banjar dalam budidaya bunga, sekarang sekolah dengan kebutuhan khusus tersebut memiliki kebun bunga anggrek. Selain itu, jenis bunga yang ditanam pun beragam diantaranya bunga tarum dan tanaman kaktus.
“Rencananya nanti akan kita perbanyak lagi tanaman bunga, sementara kita fokus sama bunga anggrek dan beberapa tanaman yang sudah ada,” kata Dedi sembari mengawasi beberapa siswanya.
Tak hanya sebagai wahana edukasi bagi siswa-siswi SLB Negeri Kota Banjar, kebun anggrek hidroponik di sekolah tersebut, banyak dilirik oleh beberapa penguasaha dan pecinta tanaman bunga.
“Ada beberapa yang sudah ke sini, mereka langsung datang sendiri melihat-lihat kebun di halaman sekolah,” kata Dedi.
Ia berharap melalui budidaya bunga dengan system hidroponik di tempatnya mengabdi itu, dapat menambah skill dan wawasan bagi siswa-siswinya.
“Terutama buat bekal anak-anak setelah lulus, agar bisa budidaya tanaman dan mempunyai banyak ketrampilan, karena anak berkebutuhan khusus kan tidak bisa disamakan dengan anak pada umumnya, terutama karena mereka ada kendala dalam berkomunikasi,” pungkasnya. (Muhlisin/R7/HR-Online)