Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Degradasi moral, melemahnya budi pekerti, serta lunturnya etika kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara di kalangan masyarakat, terutama kalangan generasi muda, disebabkan oleh hilangnya pendidikan budi pekerti dan tidak substansifnya pendidikan karakter.
“Mayoritas masyarakat kita sudah tidak lagi mengenal bentuk ideologi bangsanya, nilai-nilai luhur budayanya, serta tidak dan belum mengerti hakikat makna pancasila,” kata Ketua FPG MPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa, saat kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di depan tokoh masyarakat, di Kabupaten Pangandaran, 2 Agustus 2019.
Menurut Agun, hal ini menyebabkan ideologi dan budaya luar masuk dengan mudah. Sehingga wajar, faham-faham yang menentang pancasila, fanatisme golongan dan budaya-budaya yang tidak sesuai dengan karakteristik dan budaya bangsa bermunculan mengganggu alam kebangsaan kita, terutama di setiap momentum politik pemilihan umum.
“Untuk itu MPR kedepan, sebagai satu-satunya lembaga tinggi negara yang massif menyosialisasikan empat pilar. Memiliki tanggung jawab moral untuk semakin massif melakukan pendidikan wawasan kebangsaan dalam bentuk pemasyarakat empat pilar,” tandasnya.
Bahkan ke depan, Agun menambahkan, harus lebih spesifik dengan pola dan metode yang effektif dan terukur. Yakni, memberikan pemahaman nilai-nilai luhur kebangsaan melalui pola pendidikan karakter bangsa. (Deni/R4/HR-Online)