Pantai Karapyak Pangandaran akan dipercantik dengan konsep arsitektur modern. Tahap pembangunannya akan dimulai pada tahun ini.
Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-Pemkab Pangandaran tahun ini menganggarkan dana sebesar Rp. 1,5 miliar untuk memulai revitalisasi kawasan Pantai Karapyak Pangandaran.
Kepala Dinas Parawisata Kabupaten Pangandaran, Undang Sohbarudin, didampingi Kabid Destinasi Dinas Parawisata Kabupaten Pangandaran, Dudung Cahyadi, mengatakan, untuk merevitalisasi kawasan Pantai Karapyak dibutuhkan anggaran sebesar Rp. 25 miliar.
Anggaran sebesar itu merujuk pada penghitungan perencanaan yang tertuang dalam Ripda (Rencana Parawisata Daerah) Kabupaten Pangandaran yang dibuat pada tahun 2015.
“Jadi, apabila pembangunannya bertahap dalam beberapa tahun, mungkin kebutuhan anggarannya akan lebih dari Rp. 25 miliar. Karena hitungan itu dilakukan tahun 2015. Tentu akan terjadi kenaikan seiring inflasi,” ujar Dudung, Kamis (08/08/2019).
Menurut Dudung, untuk merevitalisasi kawasan Pantai Karapyak akan dilakukan secara bertahap. Hal itu karena anggaran yang dibutuhkan cukup besar. Sementara anggaran yang dimiliki Pemkab Pangandaran terbatas.
“Revitalisasi tahap pertama akan dimulai pada tahun ini. Anggarannya sebesar Rp. 1,5 miliar,” katanya.
Pada tahap pertama, lanjut Dudung, akan dimulai dari membangun sebuah bangunan arsitektur yang akan dijadikan ikon Pantai Karapyak Pangandaran. Selain itu, akan dibangun juga kawasan taman dan areal parkir.
“Untuk tahun ini akan dibangun bangunan arsitektur yang mirip seperti miniatur menara. Kami memilih untuk memulai dari bangunan tersebut karena disesuaikan dengan trend parawisata saat ini,” terangnya.
Dudung mengatakan trend parawisata saat ini adalah swafoto atau foto selfi. Selain mencari tempat rekreasi, wisatawan pun selalu memilih tempat yang menurut mereka bagus untuk berfoto selfi.
“Apalagi rekreasi di Pantai Karapyak Pangandaran hanya untuk menikmati keindahan alam. Sebab di pantai ini tidak bisa digunakan berenang. Artinya, di objek wisata alam perlu dibuat beberapa spot selfi agar wisatawan betah tinggal berlama-lama,” ujarnya.
Dudung menjelaskan dalam perencanaan revitalisasi Pantai Karapyak hanya membangun fasilitas publik dan mempercantik kawasan seperti dibangun ikon dan taman.
“Untuk fasilitas publiknya seperti area parkir, food court, mesjid, toilet dan fasilitas lainnya. Jadi, pada revitalisasi ini tidak ada semisal wahana permainan rekreasi. Revitalisasi ini hanya untuk fasilitas publik saja,” ujarnya.
Menurut Dudung, kawasan Pantai Karapyak Pangandaran yang akan direvitalisasi berada di sepanjang pantai atau dengan panjang area sekitar 4 atau 5 kilometer. “Lokasinya dari mulai titik yang dibangun ikon sampai ke kawasan Batu Kasur,” ujarnya.
Apabila melihat pada animasi gambar perencanaan, tampak penataan kawasannya dibuat dengan arsitektur modern. Terutama pada area taman pinggir pantai yang akan dijadikan ikon.
Di areal taman pinggir pantai yang terdapat tempat duduk untuk pengunjung, dibuat sebuah bangunan arsitektur yang mirip seperti menara. Keunikan dari bangunan mirip menara itulah yang akan ditawarkan kepada wisatawan untuk dijadikan spot foto selfi.
Selain itu, diujung pantai yang menjolok terdapat sebuah area yang bentuknya bulat. Di area itu rencananya akan dibuat sebuah ruang terbuka untuk wisatawan saat menikmati keindahan dan suasana pantai.
Namun, ruang terbuka yang mirip sebuah heliped itu tidak masuk pada rencana pembangunan tahun ini.
“Area yang menjolok ke laut itu tidak masuk dalam rencana revitalisasi tahun ini. Mudah-mudahan bisa tahun depan,” ujar Dudung.
Sekilas Tentang Pantai Karapyak Pangandaran
Seperti diketahui, Pantai Karapyak berada di Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Apabila dari arah Kota Banjar, harus menempuh waktu sekitar 1,5 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan untuk sampai ke Pantai Karapyak. Sedangkan apabila patokannya dari Pangandaran, hanya butuh waktu sekitar 10 menit.
Setelah Pangandaran menjadi daerah otonom baru sejak tahun 2012, akses jalan menuju Pantai Karapyak Pangandaran sudah bagus. Bahkan kondisi jalannya pun kini sudah menggunakan kontruksi hotmix.
Keindahan dan keunikan pemandangan pantai yang jarang ditemui di pantai lain bisa ditemukan di pantai ini. Seperti pemandangan pantai dua warna bisa diemukan di sana.
Seperti diberitakan sebelumnya, di Pantai Karapyak Pangandaran terdapat fenomana alam yang bisa dibilang cukup unik. Fenomana itu adalah air laut yang terlihat dua warna.
Namun, fenomena itu akan terlihat kentara apabila debit air dari muara Sungai Citanduy yang mengalir ke laut tengah meningkat.
Terjadinya fenomena air laut dua warna ini ketika air sungai yang merupakan air tawar dan berwarna coklat bercampur dengan air laut. Sebelum air tawar akhirnya menyatu dengan air laut, terdapat proses terlebih dahulu.
Saat proses itulah akan terlihat perbedaan warna air tawar yang mengalir ke laut dengan air laut yang berwarna biru. Bahkan apabila debit air sungai yang mengalir ke luat tengah meningkat, warna air laut terkadang terlihat berwarna merah.
Fenomena laut dua warna ini sempat viral di media sosial. Namun fenomena alam itu terjadi di salah satu perairan laut di benua Eropa.
Kini apabila ingin melihat fenomena alam tersebut, tidak perlu jauh-jauh pergi ke Eropa. Karena peristiwa alam tersebut sudah biasa terjadi di Pantai Karapyak. Hanya saja belum terekspos secara luas.
Keindahan alam lainnya yang bisa ditemukan di Pantai Karapyak Pangandaran adalah kawasan pasir putih yang memiliki panjang sekitar 5 kilometer.
Tidak hanya sekedar indah, tetapi di kawasan pasir putih inipun terdapat biota laut yang bisa disaksikan ketika berada di bibir pantai. Namun hal itu bisa dilihat ketika air laut tengah surut.
Di saat air laut surut, bisa menikmati keindahan biota laut yang muncul dari balik karang-karang yang ada di sekitar pantai.
Berita Terkait
Eksotisme Batu Kasur di Pantai Karapyak Pangandaran
Abalone, Kerang Super Mahal Ditebar di Pantai Karapyak Pangandaran
Laut Dua Warna, Fenomena Langka di Pantai Karapyak Pangandaran
Namun, meski biota laut itu sebenarnya mudah ditangkap, tapi tidak boleh melakukannya. Karena biota laut tersebut dilindungi oleh undang-undang dan siapapun yang menangkapnya akan mendapat sanksi hukum.
Selain itu, apabila berada di pantai Karapyak Pangandaran, bisa langsung menyaksikan keindahan Pulau Nusakambangan dari kejauahan. Pulau yang dikenal sebagai tempat penjara narapidana kelas kakap ini berada di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Aktivitas lain yang bisa dilakukan di Pantai Karapyak adalah memancing ikan dan menggelar camping bersama teman-teman.
Memancing ikan di tengah laut dengan menggunakan perahu pun bisa dilakukan. Tnggal menyewa perahunya ke nelayan setempat. Saat pergi ke tengah laut, nanti akan didampingi oleh nelayan pemilik perahu.
Selain keindahan dan keunikan alam, di kawasan Pantai Karapyak Pangandaran juga terdapat sebuah mitos mengenai keberadaan sebuah batu besar yang berada di pinggir pantai.
Batu besar itu disebut batu kasur. Dinamai batu kasur karena memang bentuknya menyerupai kasur. Apalagi ketika air laut tengah pasang batu besar itu tertutup setengahnya dan terlihat seperti kasur yang tengah mengapung di perairan laut.
Konon batu kasur itu memiliki kekuatan magis dan oleh warga setempat pun dikeramatkan.
Batu yang berwarna putih itu bisa dikeramatkan, karena dipercaya sebagai tempat bertapa Mbah Panjing Bener atau warga sekitar menyebutnya Kyai Panjing.
Kyai Panjing sendiri merupakan ulama yang berjasa dalam syiar Islam di wilayah tersebut. Dia adalah keturunan Mataram yang sempat ditokohkan kala Kerajaan Mataram masuk ke daerah Kalipucang pada sekitar abad ke 15.
Makam Kyai Panjing masih berada di sekitar kawasan Pantai Karapyak Pangandaran. Pada hari-hari tertentu banyak warga yang melakukan ziarah atau wisata religi ke makam tersebut. (Bgj/R2/HR-Online)