Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Desa Rancah merupakan salah satu Desa di Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis. Jumlah penduduknya mencaai 9.087 jiwa dari 2.886 kepala keluarga (KK).
Secara geografis, Desa Rancah sebelah utara berbatasan dengan Desa Patakaharja dan Kawunglarang. Sebelah timur, berbatasan dengan Desa Situmandala. Sebelah selatan, berbatasan dengan Desa Cisontrol dan sebelah barat berbatasan dengan Desa Cileungsir.
Desa Rancah terbagi kedalam sembilan dusun (kampung), yaitu Dusun Rancah Girang, Rancah Hilir, Sindang, Sukacai, Pasirnangoh, Leuweunggede, Cibeureum, Karanganyar dan Cisema.
Desa Rancah dikenal masyarakat mempunyai pasar yang komplit dan tertata dengan baik. Hampir setiap hari, utamanya Rabu dan Sabtu, Pasar Rancah menjadi pusat perbelanjaan masyarakat.
Baca Juga : Kondisi Jalan Desa Cileungsir Rancah Ciamis Dikeluhkan Warga
Makanya, hampir sebagian besar masyarakat Desa Rancah bekerja sebagai pedagang. Sisanya PNS, pegawai swasta, petani dan lainnya. Keberadaan Pasar Desa Rancah tentu sangat berperan dalam mendorong perekonomian masyarakat Desa Rancah.
Pasar Rancah Dongkrak Ekonomi Masyarakat
Kepala Desa Rancah, Aman SE, ketika ditemui HR Online, menuturkan, keberadaan pasar Rancah yang dibangun sekitar tahun 1992 tersebut berperan penting dalam peningkatan perekonomian masyarakat.
Pasalnya, kata Aman, dengan adanya Pasar Rancah berbagai aktifitas jual beli masyarakat dilakukan di pasar. Tak hanya masyarakat Rancah, namun dari daerah perbatasan seperti Kecamatan Subang Kuningan Jawa Barat dan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap Jateng juga ikut meramaikan aktifitas pasar.
“Wilayah Kecamatan Rancah berbatasan dengan beberapa wilayah luar Ciamis. Makanya masyarakat luar juga ikut melakukan aktifitas ekonomi di Pasar Rancah,” katanya.
Pasar Rancah sendiri, kata Aman, terdiri dari sekitar 580 kios. Kios-kios tersebut disewakan kepada masyarakat yang ingin berdagang dengan tenggang waktu yang telah disepakati. Hasil abudement perlima tahun dan retribusi pasar tiap bulan digunakan untuk kepentingan pembangunan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Aman menjelaskan, hasil Pendapatan Asli Desa (PADes) Rancah, sudah terbukti digunakan untuk membangun Kantor Desa Rancah yang megah dan refresentatif.
Menurut dia, pembangunan Kantor Desa yang refresentatif dan megah dilakukan dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Agar ketika berada di Kantor Desa, warga yang berkepentingan merasa nyaman.
Baca juga : Lomba Permainan Tradisional Semarakan Peringatan HUT RI di Rancah Ciamis
Berbagai fasilitas refresentatif dibangun mulai dari ruangan untuk pelayanan masyarakat dilengkapi ruang tunggu. Aula megah desa dengan kursi tamu berbalut kain. Ruang lobi desa yang didesain mewah. Dapur Desa, Kantor BPD, LPM, PKK dan Karangtaruna.
“Desain bangunan Kantor Desa Rancah diatas tanah kurang lebih 300 bata ini tidak menggunakan jasa arsitek atau konsultan. Tapi penataannya langsung oleh saya,” ungkapnya.
Pembangunan Dilakukan Bertahap
Lebih lanjut, Aman mengatakan, pembangunan Kantor Desa Rancah dilaksanakan beberapa tahap. Bahkan dilaksanakan pada masa Kepala Desa sebelumnya, yaitu Kuwu Amin (almarhum) sang adik kembar.
Pada masa Kuwu Amin, kata Aman, pembangunan mencapai 40 persen. Sedangkan saat dirinya menjabat, pembangunan dilanjutkan dari Oktober 2013 secara bertahap dan selesai awal Agustus 2016.
Menurut Aman, dalam rangka meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan, Pemerintah Desa Rancah juga menggulirkan program simpan pinjam dari BUMDes kepada masyarakat. Hal itu dilakukan agar masyarakat bisa mempunyai modal untuk usaha, sehingga mampu mandiri dan sejahtera.
“Alhamdulillah dengan program tersebut masyarakat kini mulai banyak yang membuka usaha mandiri dan berkembang,” ucapnya.
Pihaknya berterimakasih kepada semua pihak terutama masyarakat, tokoh masyaraat, ulama, BPD, LPM, PKK dan Karang Taruna yang sama-sama mendukung program Pemerintah Desa Rancah agar semakin maju dan mampu mensejahterakan masyarakatnya.
“Tanpa dukungan semua element masyarakat, kita tidak bisa memajukan dan mengembangkan pembangunan di Desa Rancah,” pungkas Aman. (Jujang/R4/HR-Online)