Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Kemarau yang terjadi sejak dua bulan terakhir ini berdampak pada harga bahan pokok, khususnya beras. Seperti yang terjadi di Pasar tradisional Ciamis, Jawa Bawarat. Harga beras di pasar Ciamis ini mengalami kenaikan sekitar Rp 500-1.000 per kilogram.
Salah seorang pedagang beras di pasar manis Ciamis, Anas, menyebut, kenaikan harga ini sudah terjadi sejak satu bulan lalu. Menurutnya, kenaikan harga beras lantaran banyaknya petani yang mengalami gagal panen sejak wilayah Ciamis dilanda kekeringan.
“Banyak yang gagal panen, sehingga persediaan padi di petani berkurang. Harga pun ikut naik,” ujarnya, Senin (12/8/2019).
Pemilik Kios Pakan ini mengatakan, harga beras termurah saat ini kisaran Rp 9.000/kilogram, sebelumnya hanya Rp 8.000-8.500/kilogram. Beras kualitas pertengahan sekarang Rp 10.000-10.500/kilogram, semenetara sebelumnya hanya Rp 9.000-9.500/kilogram. Beras premium tidak mengalami kenaikan, terbilang normal kisaran Rp 11.000-11.500/kilogram.
“Jika tetap musim kemarau dan petani tidak menanam padi, dipastikan harga beras akan terus naik. Mudah-mudahan secepatnya turun hujan, agar para petani bisa kembali bercocok tanam,” ungkapnya.
Biasanya Anas membeli beras dari petani lokal sekitar Ciamis, Cijeungjing dan sekitarnya. Untuk yang kualitas pertengahan Anas membelinya dari Banjarsari, sedangkan kualitas premium dari daerah Tasikmalaya.
“Harga gabah padi kering saat ini cukup tinggi, wajar harga beras ikut naik,” tandasnya.
Seorang pembeli beras, Imas (30) mengaku sudah terbiasa jika musim kemarau harga beras naik. Walau demikian, dia tidak terlalu mempermasalahkan.
“Naiknya juga tidak signifikan, semoga cepat turun lagi,” ujarnya. (Jujang/R7/HR-Online)