Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Gencarnya sosialisasi pengurangan sampah plastik akhir-akhir ini ternyata menjadi berkah tersendiri buat pengrajin bambu, terlebih menjelang Hari Raya Idul Adha.
Salah satunya dirasakan Yudi pengrajin besek bambu asal Cikabuyutan Timur, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman.
“Alhamdulillah, ada pesanan dari Bogor, katanya mau buat ngawadahan daging kurban biar nggak pakai plastik,” kata Yudi, kepada HR Online, Jum’at (09/08/19).
Baca Juga : Sepenggal Cerita Pengrajin Alat Musik Bambu di Kota Banjar
Tak hanya dari Bogor, kata Yudi, pesanan lain pun datang dari luar daerah, ada yang dari Jakarta, Bandung dan Jogjakarta.
“Yang dari Bogor jumlahnya ada 1400 pcs. Kalau yang dari Jakarta lebih banyak lagi, cuman itu buat wadah tahu,” kata Yudi.
Menurut Yudi, saat ini dalam setiap minggu bisa produksi sebanyak 10.000 pcs besek bambu, dengan target 60-80 ribu pcs dalam setiap bulannya. Untuk harga, Ia jual seharga Rp. 700/ pcs.
Tak hanya itu, rupanya ada kebahagiaan lain yang didapat oleh Yudi. Pasalnya, pesanan tersebut merupakan semangat baru setelah hampir 10 tahun lebih usaha besek bambu yang ia geluti mandek total.
Baca Juga : Tingkatkan Penghasilan Pengrajin, Direksi SBI akan Bentuk Asosiasi Bambu di Banjar
“Sebetulnya dulu saya udah dari tahun 90an usaha besek bambu. Cuman sempat mandek di tahun 2000an. Dan sekarang baru mulai lagi, baru tiga bulan ini,” kata Yudi, pengrajin besek.
Yudi menambahkan, mandeknya usaha besek bambu saat itu memang karena banyak konsumen yang beralih menggunakan barang-barang berbahan dasar plastik. Hal itu tentu berpengaruh besar pada usahanya yang berbahan dasar bambu.
Pada kesempatan itu, Yudi berharap masyarakat sadar akan bahaya sampah plastik dan bisa menggunakan barang-barang ramah lingkungan dalam aktifitas sehari-hari sebagai alternatif. (Muhlisin/R4/HR-Online)