Jumat, April 4, 2025
BerandaBerita CiamisDinas Koperasi Ciamis Akui Banyak Renternir Berkedok KSP

Dinas Koperasi Ciamis Akui Banyak Renternir Berkedok KSP

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Menjamurnya aktifitas rentenir yang berkedok KSP atau koperasi simpan pinjam di Kabupaten Ciamis, sudah terjadi sekian lama. Hal itu pun diakui Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Ciamis.

Kepala Seksi Koperasi Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Ciamis, Haman Heryaman mengatakan, rentenir berkedok KSP pada praktiknya mengaku sebagai koperasi tidak berbadan hukum dan tidak memiliki kantor. 

“Kita sering menemukan yang mengaku dari koperasi, namun sulit dilacak karena memang tidak ada kantornya di Ciamis,” ujar Haman kepada HR Online beberapa waktu lalu. 

Selain itu, kata dia, masyarakat yang terjerat praktik rentenir ini enggan melakukan pengaduan ke dinas, sehingga Dinas sulit memberikan advokasi dan penindakan. 

Menurutnya, masyarakat harus berani melaporkan praktik-praktik rentenir yang terjadi di masyarakat. Apalagi terhadap koperasi yang melakukan praktik layaknya seperti rentenir harus dilaporkan.

“Jadi kalau misalnya ada petugas KSP yang bertindak kasar dalam penagihan, marah marah dan lain sebagainya, laporkan saja, kami akan tindak,” tegasnya.

Selama ini, lanjut Haman, pihaknya selalu memberikan pembinaan terhadap koperasi simpan pinjam (KSP) yang ada di Kabupaten Ciamis. Kita selalu ingatkan, agar aktivitas koperasi jangan keluar dari aturan perkoperasian. 

“Kita sering ke lapangan dan selalu kami tekankan, kalau dalam penagihan jangan pakai kekerasan dan jangan memberatkan diluar aturan,” jelasnya. 

Hanya saja, sambung Haman, yang dikhawatirkan saat ini adalah aktivitas KSP yang pada praktiknya seperti bank konvensional. Koperasi tersebut meminjamkan uang dengan bunga tinggi, sedangkan koperasi tersebut tidak memberikan hak-hak kepada peminjam yang dalam hal ini sebagai anggota koperasi. 

“Seharusnya kalaupun meminjam uang, tapi harus ada simpanan pokoknya juga. Sehingga di akhir, nanti ada hak SHU (sisa hasil usaha), karena prinsip koperasi dari anggota untuk anggota,” ungkap Haman. 

Jumlah koperasi di Kabupaten Ciamis, ungkap Haman, berdasarkan data akhir tahun 2018 sebanyak 604 koperasi, namun yang tidak aktif sebanyak 277 koperasi. 

“Kebanyakan adalah koperasi konsumen namun yang berjalannya biasanya unit simpan pinjam,” tandasnya. (Jujang/R6/HR-Online)

Arus Balik di Jalur Nasional

Arus Balik di Jalur Nasional Jabar-Jateng, Pemudik Dapat Makan Gratis dari Polres Kota Banjar

harapanrakyat.com,- Arus balik di jalur nasional Jabar-Jateng, tepatnya di kawasan tugu Selamat Datang di Kota Banjar, Jawa Barat, sejumlah pemudik mendapatkan makan gratis dari...
Bantuan pembangunan rutilahu

Usai Tinjau Jalan Longsor, Bupati Ciamis Spontan Beri Bantuan Pembangunan 2 Rutilahu

harapanrakyat.com,- Bupati Ciamis Herdiat Sunarya secara spontan memberikan bantuan pembangunan 2 rumah tidak layak huni (rutilahu) di Dusun Sukamaju, Desa Sukajaya, Kecamatan Pamarican, Kabupaten...
Jalan ambles Ciamis

Tinjau Jalan Terdampak Longsor dan Ambles, Bupati Ciamis: Segera Diperbaiki

harapanrakyat.com,- Bupati Ciamis Herdiat Sunarya meninjau jalan yang terdampak tanah longsor dan ambles di sejumlah titik di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (4/4/2025). Jalan...
Diskon Tarif Tol

Diskon Tarif Tol Arus Balik Lebaran 2025, Ini Jadwal dan Rinciannya!

harapanrakyat.com,- Jasa Marga memberlakukan sejumlah kebijakan untuk mencegah kemacetan saat arus balik Lebaran 2025. Salah satunya menerapkan diskon tarif tol yang berlaku mulai hari...
Jurnalis Bantu Polisi

Aksi Solidaritas Sejumlah Jurnalis TV di Garut, Bantu Polisi Amankan Arus Balik Mudik Lebaran

harapanrakyat.com,- Sejumlah jurnalis televisi di Garut membantu aparat kepolisian yang tengah mengamankan arus lalu lintas di simpang empat Sigobing. Meski di tengah hujan deras,...
Naik Sepeda

Pemudik Asal Kuningan Pilih Naik Sepeda ke Bandung saat Arus Balik Lebaran

harapanrakyat.com,- Di tengah lonjakan kendaraan yang menghiasi arus mudik lebaran, Nurdin Yusuf (31), seorang pria asal Kuningan Jawa Barat, memilih jalur yang berbeda. Ia...