Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Penampilan Topeng Bebegig Baladewa asal Desa/Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis mampu membius penonton saat tampil dalam acara Festival Topeng tingkat Jawa Barat di Gedung Seni Nyi Mas Larasantang, Cirebon pada 30 Juli 2019 lalu.
Eman Hermansyah, Kasi Pembinaan kesenian Disbudpar Kabupaten Ciamis, mengatakan, meski, setiap tari Topeng yang ditampilkan dari berbagai daerah memiliki karakter dan keunikan tersendiri, namun Topeng Bebegig Baladewa tidak kalah mencuri perhatian.
“Bahkan ketika Topeng Bebegig Baladewa tampil disertai dengan koreografi dengan alunan musiknya, semua penonton terpukau dan seolah-olah terbius dengan tari Topeng Bebegig Baladewa,” ujar Eman kepada HR Online, Jum’at (2/8/2019).
Lanjut Eman, Festival Topeng tingkat Jawa Barat diikuti oleh 5 Kabupaten yang ada di Jawa Barat, yakni Kabupaten Cirebon, Indramayu, Karawang, Bekasi dan Kabupaten Ciamis. Dari Kabupaten Ciamis sendiri diwakili oleh Sanggar Seni Bebegig Baladewa.
“Alhamdulillah dengan Festival Topeng tersebut, bukan hanya warga Ciamis yang mengenalnya, akan tetapi masyarakat luar Kabupaten Ciamis bisa mengenalnya lebih dekat. Selain bisa mendapat pengetahuan tentang beragamnya tarian Topeng yang ada di Jawa Barat. Sehingga masyarakat dapat mengenal Kebudayaan lokal dan tetap melestarikannya,” katanya.
Sementara Ketua Sanggar Seni Bebegig Baladewa, Cucu Panji Hidayat, mengatakan, pada setiap helaran seni mulai dari tingkat kampung hingga tingkat nasional, kesenian Bebegig selalu menjadi perhatian.
“Selain wujudnya yang unik, tarian serta iringan musik tradisional membuat kesan tersendiri seolah-olah kembali ke jaman dahulu,” terang Cucu.
Kata dia, jika zaman dahulu Bebegig Baladewa hanya digunakan untuk mengusir hama, kini Topeng Bebegig Baladewa menjadi kesenian tarian yang menggunakan topeng kepala singa seperti topeng Barong dari Jawa dan Bali.
“Topeng tersebut menggunakan rambut gimbal dari bunga rotan atau bubuai,” katanya.
Cucu menambahkan, Topeng Bebegig Baladewa sering mengikuti helaran dan festival, sehingga sering meraih prestasi termasuk dari tingkat nasional.
Plt, Kadisbudpar Kabupaten Ciamis, Drs. Didi Koesnadi MM, mengatakan, banyak kesenian tradisional yang variatif dan estetik di Kabupaten Ciamis.
“Sudah jadi kewajiban semua pihak untuk mendukungnya dan mendorongnya dalam rangka pelestarian kesenian tradisional Tatar Galuh Ciamis. Hal tersebut sesuai dengan amanat UU RI no 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan,” katanya. (Edji/R7/HR-Online)