Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com)- Proses pembangunan 3 buah akuarium terbesar di dunia yang ada di PIAMARI (Pangandaran Integrated Aquarium and Marine Research Institute) Desa Babakan Pangandaran dilaporkan sudah mencapai 100 persen. Sementara saat ini sedang dalam proses pematangan dari kebocoran dan target tahun 2020 sudah dibuka untuk umum.
Ketua Tim Teknis PIAMARI, Agus Setiawan, mengatakan, kontruksi pembangunan dua gedung dinyatakan sudah selesai, yakni gedung untuk akuarium air laut, dan akuarium air tawar. Sementara gedung penelitian teknologi kelautan hingga September 2019 masih dalam pemeliharaan.
“Ada tiga akuarium raksasa yang kita buat, yakni Akuarium Teater dengan tinggi 4,2 meter dan lebar 10 meter dengan panjang 32,58 meter. Kedua Akuarium Sekolah yang tingginya 7 meter dan berdiameter 5 meter. Sedangkan Akuarium Terowongan tingginya 3 meter, lebar 3 meter, dan panjangnya 47,895 meter,” jelas Agus Setiawan saat diwawancarai Koran HR di kantornya, Senin (12/8/2019).
Agus menambahkan, akuarium terowongan yang panjangnya 47,895 meter ini merupakan yang terbesar dan terpanjang di dunia. Sebab, saat ini baru ada di Portugal yang panjangnya 40 meter. Sebelum digunakan, dalam pengerjaan akuarium ini membutuhkan proses yang cukup lama karena harus melakukan tes kebocoran, tes goncangan terhadap gempa, dan masih banyak tes lainnya.
“Kita pastikan sebelum dibuka untuk umum harus yakin aman, jangan sampai ada apa-apa nantinya dan tahun 2020 bisa mulai jalan operasionalnya,” kata Agus Setiawan lagi.
Untuk mengerjakan akuarium terbesar di dunia ini, lanjut Agus, tidak bisa cepat meski diminta. Sebab, harus memastikan steril dari beton, hal-hal yang mengandung bahan kimia serta bebas dari bakteri dan jamur.
“Jika akuarium sudah selesai, tinggal dicek kualitas air, pompa, pencahayaan dan lainnya. Setelah itu baru pemasangan material seperti pasir, batu-batuan, tumbuh-tumbuhan serta lainnya,” papar Agus.
Adapun untuk isi dari Akuarium Sekolah, sambungnya, akan diisi Air laut dengan jenis ikan schooling fish atau jenis ikan yang berenang selalu bergerombol, ditambah Ikan Hiu, Pari, Ikan Kerapu. Bentuk akuarium ini lebih fantastis, yakni dua kali lebih besar dari Sea World.
Sementara akuarium terowongan terbesar dan terpanjang di dunia, kata Agus, bakal bisa diselesaikan sesuai dengan target berkat dukungan semua pihak.
“Misal soal pengadaan ikan, atau pengelolaan objek wisatanya nanti kita bicarakan bersama. Mudah-mudahan kunjungan wisatawan di akuarium terbesar di dunia ini bisa sesuai target,” pungkas Agus Setiawan. (Mad/Koran HR)