Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Yulianti Purba Arum, adalah seorang atlit cabang olahraga atletik yang pernah mengharumkan nama Kabupaten Ciamis. Yuli berprestasi di berbagai ajang bergengsi dalam cabang olahraga atletik di dalam negri maupun luar negri.
Ibu dari tiga orang anak ini mendapatkan gelar nasional pertamanya dalam ajang kejuaraan nasional junior tahun 2003. Saat itu, perempuan kelahiran Ciamis, 23 Juli 1987, ini turun di nomor lempar cakram.
Kemudian dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional 2005 di Medan, Sumatera Utara, Yuli berhasil membuktikan kemampuannya. Dengan lemparan 27,63 meter di nomor lempar cakram, ia berhasil meraih medali perunggu.
Tidak hanya itu, saat ditemui HR Online di kediamannya, di Tanjungmanggu, Sindangrasa, Kabupaten Ciamis, Yuli membeberkan seluruh prestasi yang pernah diraih.
Berikut ini diantaranya:
- Juara 1 tolak peluru dan lempar cakram pada Kejuaraan pekan olahraga pelajar daerah (POPDA) tahun 2002, 2003, 2004.
- Juara ke 3 tolak peluru pada kejuaraan pekan olahraga pelajar nasional (POPNAS) ke 7 di Makasar tahun 2003.
- Juara ke 3 tolak peluru pada Kejuaraan pekan olahraga pelajar nasional (POPNAS) ke 8 di Medan tahun 2005.
- Juara 2 lontar martil pada acara Pekan olahraga daerah (PORDA) Jawa Barat, di Indramayu tahun 2002.
- Juara 2 lontar martil dan lempar cakram Pekan olahraga daerah (PORDA) Jawa Barat, di Karawang tahun 2006.
- Juara 3 lontar martil pada acara Pekan olahraga daerah (PORDA) Jawa Barat, di Bandung tahun 2010.
- Juara harapan lontar martil Pekan olahraga daerah (PORDA) Jababeka tahun 2014.
- Juara 1 lempar cakram Kejuaraan POMDA tahun 2007.
- Juara 1 lontar martil Tahun 2005 Kejuaraan nasional junior.
- Dan masih banyak lagi kejuaraan nasional lainnya yang berhasil Yuli raih.
Yuli menuturkan, dirinya pernah mewakili Indonesia pada kejuaraan pelajar Asia-Australia Homer tahun 2002, pada nomor tolak peluru.
Kendala biaya untuk mengikuti kursus kepelatihan menjadikan faktor Yuli tidak bisa memberikan kontribusi bagi Kabupaten Ciamis.
“Ilmu yang saya dapatkan dalam berbagai ajang, dan ketika saya masuk di Pelatnas, harusnya bisa saya bagi kepada atlit muda di Ciamis saat ini,” kata Yuli.
Yuli menambahkan, keinginan untuk memberikan kontribusi bagi dunia atletik di Ciamis sangat kuat. Karena tawaran dari beberapa daerah lain di Indonesia terpaksa ia tolak.
“Dasarnya saya lahir di tanah Ciamis. Maka saya ingin sekali berbagi ilmu kepada atlit di Kabupaten Ciamis. Tapi apa daya kemampuan materi untuk mengikuti kursus kepelatihan tidak bisa mewujudkan cita-cita saya agar tetap berada di dalam dunia atletik,” ungkap Yuli.
Berdasarkan aturan, kata Yuli, dirinya harus mengikuti dan memiliki lisensi kepelatihan, jika ingin menjadi seorang pelatih. Dan persoalan itu menjadi hambatan yang kini ia hadapi. (Deni/R4/HR-Online)