Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Wakil Bupati Ciamis, Yana D Putra, mengapresiasi Bursa Inovasi Desa (BID) yang berlangsung di Zona 1 meliputi Kecamatan Lakbok, Purwadadi, Banjarsari dan Banjaranyar. Ia menyebut pembangunan desa harus lebih terencanan dan terarah.
Sebagaimana visi Kabupaten Ciamis, kata Yana, yakni mantapnya kemandirian ekonomi masyarakat dan sejahtera untuk semua, dijabarkan melalui misi memperkuat ekonomi desa dalam rangka mewujudkan kemandirian masyarakat.
“Pembangunan hakikatnya adalah membangun manusia seutuhnya. Tingkat keberhasilan bukan hanya terukur dari panjangnya jalan yang sudah kita aspal, jembatan yang sudah dibangun atau irigasi yang dibuat. Tapi, bagaimana tingkat kemiskinan bisa berkurang, pengangguran menurun dan bagaimana masyarakat itu sejahtera,” tegas Yana, Senin (29/7/2019).
Yana menambahkan, angka kemiskinan di Kabupaten Ciamis masih tinggi, meskipun data yang disajikan ada dua versi, yakni dari Kemensos dan BPS. Menurut Kemensos, lanjut Yana, kemiskinan sekitar 150 ribu dan pengangguran sekitar 66 ribu. Sedangkan dari BPS kemiskinan sekitar 85 ribu dan pengangguran sekitar 50 ribu.
Untuk penanganan persoalan tersebut, kata Yana, Pemerintah Kabupaten Ciamis akan berusaha semaksimal mungkin agar angkanya bisa menurun, terutama di periode kepemimpinan Bupati H Herdiat dan Wakil Bupati Ciamis Yana D Putra.
“Ciamis dikatakan berhasil ketika di akhir jabatan kami angka kemiskinan bisa berkurang, pun demikian dengan pemerintahan desa masing-masing. Kita menyadari, infrastruktur saat ini masih menjadi skala prioritas, namun di sisi lain pembangunan non fisik juga harus diperhatikan. Maka dari itu, melalui BID ini Kepala Desa harus mengambil komitmen pembangunan inovatif apa yang akan dilaksanakan,” paparnya.
Masih soal masalah perekonomian, Yana berharap besar terhadap keberadaan BUMDes yang ada di tiap desa. Ia mengimbau kepada seluruh pengurus BUMDes untuk bisa memberdayakan, memberikan peluang pekerjaan dan bisa meningkatkan daya beli masyarakat.
“Jadi nanti masyarakat desa ketika ke kota bukan lagi mencari pekerjaan, tapi membelanjakan uangnya di perkotaan. Dari ini kita bisa membuktikan bahwa di desa juga bisa berkembang dan bisa menekan angka urbanisasi,” pungkasnya. (Muhafid/R6/HR-Online)