Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Dua orang calon penerima program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Desa Mekarbuana, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat mempertanyakan bantuan untuk perbaikan rumah mereka yang tidak kunjung datang. Padahal sebelumnya, rumah mereka sudah sering difoto oleh pemerintah desa setempat.
Suhana, calon penerima Rutilahu dari Dusun Kalapa, RT 02 RW 01, Desa Mekarbuana, mengatakan, rumahnya sudah tua, namun tidak pernah diperbaiki karena kesulitan ekonomi.
“Pekerjaan saya hanya buruh serabutan yang tidak tentu penghasilannya,” ujar Suhana kepada HR Online, Selasa (24/7/2019).
Suhana mengaku sudah berulang kali didatangi pihak Pemerintah Desa Mekarbuana, bahkan rumahnya yang perlu perbaikan juga sudah sering difoto.
“Sudah sering didatangi dan difoto sama orang Desa, tapi bantuan yang diharapkan untuk perbaikan rumah tidak kunjung datang,” kata Suhana.
Senada dengan Suhana, warga lainnya yang juga calon penerima bantuan rutilahu, Narkim, dari Dusun Cimanem, RT 01 RW 04, Desa Mekarbuana, juga mempertanyakan bantuan rutilahu yang tak kunjung ia terima.
“Kalau difoto-foto mah udah sering, malah dari dulu, tapi sampai sekarang belum ada bantuan dari pemerintah,” kata Narkim.
Narkim mengaku sering was-was lantaran kondisi rumahnya yang sudah tua dan belum pernah diperbaiki itu.
“Rumah ini sudah sangat mencekam, begitu turun hujan air mudah masuk ke dalam ruangan. Apalagi itu bagian atap kayu, kayunya sudah lepas, tinggal nunggu saja ambruknya. Tapi tidak tahu kenapa bantuan belum juga turun,” tuturnya.
Narkim mengaku pernah mendengar informasi jika di Kecamatan lain sudah ada yang mendapatkan bantuan rutilahu. Bahkan, menurut kabar yang ia terima, pemilik rumah sudah mulai membangun rumahnya dari program bantuan tersebut.
“Kalau di kecamatan lain mah sudah, sementara di sini belum. Padahal di sisa umur saya ini, saya ingin bisa merasakan bantuan rutilahu,” katanya.
Sementara Puji, perangkat Desa Mekarbuana, mengatakan, pihak Pemdes Mekarbuana sudah berkoordinasi dengan pihak terkait, supaya warga yang benar-benar masuk kriteria penerima bantuan rutilahu bisa segera mendapat bantuan.
“Mudah-mudahan saja proposal yang sudah masuk dapat secepatnya terealisasi. Kalau berdasarkan informasi tinggal menunggu SK-nya saja,” tuturnya. (Edji/R7/HR-Online)