Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-RSUD Ciamis Jawa Barat kembali jadi sorotan. Setelah Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menggelar sidak dan menemukan pasien antri lama lantaran dokter datang siang, kini muncul keluhan mengenai pelayanan. Beberapa warga yang pernah berobat ke RSUD Ciamis mengeluhkan sikap perawat yang dinilainya tidak ramah terhadap pasien dan keluarganya.
Beredar kabar, pelayanan RSUD Ciamis yang kini banyak dikeluhkan pasien diduga lantaran seluruh karyawannya belum mendapat tunjangan dan gaji secara penuh dari bulan Januari. Sebabnya, klaim BPJS yang diajukan RSUD hingga saat ini belum cair.
Berita Terkait
Bupati Sidak RSUD Ciamis: Pasien Antri dari Subuh, Dokter Tidak Ada di Tempat
Bupati Herdiat Beri Kesempatan RSUD Ciamis Perbaiki Pelayanan
Ketika dikonfirmasi, Kamis (18/07/2019), Direktur RSUD Ciamis Aceng Solahudin membantah anak buahnya tidak ramah saat melayani pasien. “Informasi itu tidak benar. Karena kami selalu mengingatkan serta mengawasi seluruh karyawan agar selalu ramah serta maksimal dalam melayani pasien,” katanya.
Selain itu, lanjut Aceng, pihaknya menyediakan layanan kotak pengaduan pasien yang disimpan di setiap ruangan. Langkah itu dilakukan dalam rangka meningkatkan pengawasan kinerja bawahannya.
“Setelah kami berlakukan sistem kotak pengaduan, hampir tidak ada keluhan dari pasien atau keluarganya. Karena setiap mendapat pengaduan langsung kami tindaklanjuti dengan serius,’ tandasnya.
Menurut Aceng, dalam rangka meningkatkan pelayanan, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak segan melaporkan apabila ada karyawan, perawat ataupun dokter di RSUD Ciamis yang tidak ramah atau tidak melayani secara maksimal.
“Tulis saja namanya dan di ruangan mana pasien mendapat keluhan pelayanan. Langsung kami tegur dan beri pembinaan apabila ada bawahan saya yang tidak ramah atau tidak maksimal memberi pelayanan,” tegasnya.
Sementara terkait tunjangan dan gaji karyawan RSUD Ciamis yang dikabarkan belum dibayarkan secara penuh, Aceng mengakuinya. Dia mengatakan hal itu terjadi akibat klaim BPJS sekitar Rp 8 miliar belum cair.
“Apalagi tenaga kerja kontrak RSUD Ciamis belum sepenuhnya menerima gaji. Karena gaji tenaga kontrak bersumber dari RSUD dan ditambah dari klaim BPJS. Yang baru dibayarkan hanya dari RSUD saja. Sementara dari klaim BPJS belum dibayarkan karena dari BPJS-nya sendiri belum cair,” katanya.
Menurut Aceng, dari sekitar 1000 pegawai RSUD, paling banyak berstatus karyawan kontrak. Sementara karyawan yang berstatus PNS hanya berjumlah 360 orang. “Kalau urusan belum dibayarkan gaji secara penuh, tidak ada hubungannya dengan sikap tidak ramah. Karena urusan gaji tidak berhubungan dengan pasien. Artinya, kabar pelayanan tidak ramah itu hanya mengada-ada,” ungkapnya.
Namun begitu, lanjut Aceng, memang tidak sedikit karyawan RSUD Ciamis yang mengeluhkan gajinya belum dibayar secara penuh. Sebab, kata dia, akibat keterlambatan pembayaran dari BPJS membuat karyawan kekurangan pendapatan.
“Sampai ada karyawan kami yang sepeda motornya dijabel lising akibat tidak sanggup membayar cicilan dalam beberapa bulan,” ujarnya.
Apabila ada karyawannya mengeluh mengenai keterlambatan gaji yang bersumber dari BPJS, menurut Aceng, wajar saja dan sangat manusiawi. Sebab, kata dia, mereka pun membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
“Namun, kami selalu memberikan pemahaman kepada mereka agar tetap semangat dalam bekerja, terutama dalam melayani pasien. Kami selalu tegaskan bahwa tenaga medis adalah pekerjaan mulia yang memberikan pertolongan kepada orang lain. Jadi, niat pertama dalam menjalankan tugas adalah ibadah dan itu lebih berarti ketimbang sebuah materi,” ungkapnya.
Aceng menjelaskan, belum cairnya klaim BPJS salah satu sebabnya karena saat ini proses administrasinya cukup ketat. Bahkan terdapat laporan yang harus beberapa kali direvisi.
“Seharusnya bulan April kemarin klaim BPJS sudah cair. Tapi entah kenapa kondisinya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tapi kami pun mengerti dengan kondisi BPJS saat ini,” pungkasnya. (Her2/R2/HR-Online)