Berita Gaya Hidup (harapanrakyat.com),- Suhu udara dingin seperti yang melanda sekarang ini ternyata banyak manfaatnya bagi kesehatan. Memang cuaca yang dingin membuat tubuh menggigil dan tidak nyaman.
Bahkan, orang yang memiliki sistem imunnya rendah biasanya lebih gampang jatuh sakit akibat tidak kuat menahan udara dingin. Namun, suhu udara dingin ternyata tak seburuk yang Anda bayangkan.
Dirangkum HR Online dari berbagai sumber, Minggu (21/07/2019), para ahli kesehatan mengungkapkan bahwa cuaca dingin memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Berikut ini sejumlah manfaat udara dingin bagi kesehatan tubuh;
Tidur Lebih Nyenyak
Sebuah penelitian yang dilakukan di Pittsburgh School of Medicine menemukan bahwa, suhu rendah dapat meningkatkan kualitas tidur penderita insomnia. Pada mereka yang menderita insomnia, pikirannya terus bekerja sehingga suhu otak memanas.
Namun, jika memakai sejenis topi yang dapat menyalurkan udara dingin, maka penderita insomnia akan tertidur lebih cepat dan lebih lama. Hal ini berhubungan dengan produksi hormon melatonin, yakni hormon tidur yang membaik pada temperatur tubuh rendah.
Pembakaran Lemak Lebih Tinggi
Mungkin selama ini Anda mengira jika olahraga di bawah terik matahari akan membakar kalori lebih banyak, dibanding ketika Anda melakukan olahraga saat musim dingin. Hal itu ternyata salah.
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal of Clinical Investigation menyatakan bahwa suhu udara dingin juga memicu pembakaran lebih banyak lemak di dalam tubuh. Pembakaran lemak tinggi merupakan mekanisme tubuh untuk menstabilkan suhu tubuh di tengah cuaca dingin.
Para ahli juga menemukan bahwa metabolisme tubuh pria bisa mengalami peningkatan hingga 80 persen ketika suhu udara dingin. Karena, tubuh yang terkena udara dingin justru bisa membakar lemak cokelat lebih banyak di dalam tubuh kita.
Sebagai informasi, tubuh kita terdiri dari dua jenis lemak, yakni lemak putih dan lemak kecokelatan. Lemak putih berperan menyimpan cadangan energi, sementara lemak cokelat berfungsi untuk membakar kalori guna menghasilkan panas.
Saat udara dingin, tubuh kita akan bekerja lebih keras guna mempertahankan suhu inti tubuh, yakni dengan cara memerintahkan lemak cokelat agar membakar kalori lebih banyak. Ini untuk mencegah tubuh kedinginan. Dengan begitu, maka tubuh Anda pun akan merasa lebih hangat meski berada di tengah udara yang dingin.
Menggigil Bisa Membakar Lemak
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cell Metabolism menunjukkan bahwa reaksi menggigil akibat kedinginan dapat merangsang pelepasan irisin, serta hormon yang memicu pembakaran lemak.
Menurut peneliti tersebut, kondisi tubuh yang menggigil kedinginan selama 15 menit mampu membakar lemak seperti halnya kita melakukan olahraga selama 1 jam.
Mengurangi Nyeri Otot
Mungkin Anda pernah pernah melakukan kompres es saat terkilir. Cara kerja kompres dingin inilah yang membuktikan bahwa suhu dingin dapat membantu mengatasi peradangan dan nyeri otot.
Peneliti dari Johns Hopkins University di Baltimore, Amerika, menyatakan bahwa terapi dengan memaparkan suhu dingin pada tubuh efektif meredakan rasa nyeri yang sifatnya lokal.
Karena, pada saat terkena udara dingin, pembuluh darah yang melebar akan menjadi lebih rileks dan tenang. Efeknya, rasa nyeri akibat kram otot atau kaki bengkak akan berangsur pulih setelah ditempelkan kompres es.
Membuat Kulit Sehat dan Bercahaya
Jika terkena udara dingin terlalu lama, Anda akan mengalami kulit kering dan kaku. Tapi jangan salah, suhu dingin justru bisa membuat kulit Anda terlihat sehat dan bercahaya.
Suhu dingin berperan sebagai astringen yang mampu mengencangkan pori-pori kulit. Udara dingin juga dapat membantu memperlambat produksi minyak alami atau sebum, sehingga kulit menjadi lebih bercahaya dan terhindar dari masalah jerawat.
Meningkatkan Kreativitas
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Acta Psychologica mengungkap, paparan suhu udara yang dingin mampu meningkatkan kreativitas yang sifatnya referensial, seperti halnya kemampuan mendeteksi metafora serta berfikir out of the box. Mungkin itulah penjelasannya kenapa selera humor bangsa Inggris cenderung kelam tetapi cerdas.
Dala penelitian tersebut juga menunjukan kalau pekerja kantoran yang bekerja di dalam ruangan dengan suhu dingin mampu menyelesaikan pekerjaannya secara maksimal, dibanding dengan pekerja yang bekerja dalam ruangan yang hangat.
Para ahli pun berpendapat bahwa fungsi otak seseorang diatur oleh kadar glukosa atau gula darah. Selain dipengaruhi makanan, kadar gula darah di dalam tubuh ternyata dipengaruhi pula oleh suhu inti tubuh Anda sendiri.
Pasalnya, ketika cuaca di luar sedang panas, maka tubuh akan menggunakan lebih banyak glukosa untuk menurunkan suhu tubuh. Dampaknya, tubuh justru malah kekurangan asupan glukosa dan membuat Anda jadi merasa pusing, tidak fokus, dan tubuh berkeringat.
Namun sebaliknya, saat cuaca di luar sedang dingin, tubuh Anda akan menyimpan lebih banyak glukosa. Sebab, tidak banyak glukosa yang digunakan, sehingga tubuh Anda tidak akan mengeluarkan keringat.
Disaat yang bersamaan, fungsi otak Anda pun akan bekerja maksimal sehingga pikiran menjadi lebih jernih dan fokus. Dengan begitu, maka akan lebih banyak inspirasi baru yang muncul ketika kondisi udara di luar sedang dingin. (Eva/R3/HR-Online)