Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Dalam upaya memotivasi pemuda agar mampu dan percaya diri untuk sama-sama ikut membangun Ciamis, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Ciamis menggelar acara saresehan dengan tema Melawan Mitos Ciamis tinggal Mamanis di Aula DPD KNPI Ciamis, Rabu (31/7/2019).
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT KNPI ke-46 tahun yang jatuh pada tanggal 23 Juli.
Ketua DPD KNPI Ciamis, Tohirin, mengatakan, saresehan pemuda ini sengaja mengambil tema ‘Melawan Mitos Ciamis tinggal Mamanis’.
Menurutnya, tema tersebut sengaja diangkat untuk membangun kesadaran sebagai warga masyarakat, terutama pemuda.
Sebagai kabupaten induk yang telah melahirkan Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran, kata Tohirin, Kabupaten Ciamis harus tetap unggul dalam berbagai bidang. Jangan sampai selepas ditinggal sejumlah wilayah, Kabupaten Ciamis dan masyarakatnya malah tertinggal oleh Kabupaten/kota yang dilahirkanya.
“Setelah ditinggal Banjar dan Pangandaran, apakah Ciamis masih tetap eksis sebagai kabupaten yang konon katanya memiliki sisi kemanisan. Namun manis di sini masih kontroversi, apakah manis itu memang rasanya manis, seperti gula atau seperti apa, nah saresehan ini untuk membahas itu,” ujarnya.
Sebagai orang Ciamis, kata dia, tentu pemuda harus ikut membangun dalam upaya memajukan dan mensejahterakan masyarakat.
Walaupun kehilangan aset-aset berharga dan potensial seperti pantai Pangandaran, dan Banjar sebagai Kota jasa dan transit, kita sebagai kabupaten induk harus tetap percaya diri untuk membangun Ciamis sebagai kabupaten yang benar atau sesuai dengan visi Bupati-Wakil Bupati Ciamis, yakni ‘Mantapnya Kemandirian Ekonomi, Sejahtera untuk Semua’.
“Seperti yang disampaikan Wakil Bupati Ciamis, Yana D Putra, bahwa musuh kita adalah kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, itu harus dikikis supaya Ciamis benar-benar unggul tidak tertinggal oleh Kota Banjar maupun Pangandaran,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Ciamis Yana D Putra menyatakan, mitos ‘Ciamis tinggal Mamanis’ ini harus dijadikan sebagai motivasi untuk bisa mewujudkan Ciamis agar terbebas dar kebodohan dan kemiskinan.
“Namun tentunya harus ada kemauan dan kemampuan kita semua, sebagai masyarakat Kabupaten Ciamis untuk mendorong Ciamis yang lebih maju dan sejahtera,” ucapnya.(Jujang/R7/HR-Online)