Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Infrastruktur jalan sepanjang empat kilometer di Desa Jayasari, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, kondisinya rusak parah.
Bahkan mirisnya sejak masih bergabung dengan Kabupaten Ciamis sampai sekarang masuk ke Kabupaten Pangandaran, warga desa yang jumlah penduduknya kurang lebih 1300 jiwa ini belum bisa mencicipi nikmatnya pembangunan infrastruktur jalan yang layak.
Pantauan HR Online di lokasi, di tengah jalan terlihat lubang-lubang yang seperti kolam itu sudah menjadi hidangan utama warga desa tersebut ataupun sekitarnya yang melewati jalan ini.
Sebagai bentuk protes terhadap infrastruktur jalan, warga Desa Jayasari menanami jalan dengan pepohonan dan menebarkan kepiting.
Tokoh masyarakat Desa Jayasari, Dede Ruhendi mengatakan, tahun lalu Infrastruktur jalan sudah di hotmik, tapi hanya sampai di desa tetangga atau hanya mencapai Desa Pangkalan.
“Kami sudah melakukan audiensi dengan Pemkab Pangandaran, namun tidak mencapai titik temu yang ideal,” ujar Dede Rohendi kepada HR Online, Senin (17/6/2019).
Sebelumnya, lanjut Dede, ada Ikatan Mahasiswa Langkaplancar (IKMAL) yang menyuarakan permasalahan yang ada di Langkaplancar. Dirinya beserta warga Jayasari yang siap mendukung dan membantu jika diperlukan.
“Kalau permasalahan jalan ini hanya bisa selesai dengan aksi demonstrasi, kita siap mengkonsolidasikan secara masif kepada seluruh masyarakat Langkaplancar,” tegasnya.
Sementara Ketua IKMAL, Imam Farid mengatakan, ini adalah bukti kalau keadilan sosial bagi seluruh rakyat di Pangandaran tidak sesuai dengan kenyataan.
Menurutnya, rakyat pinggiran selalu dinomor duakan, padahal hak dan kewajibannya sama.
“Wajar kalau persatuan dan kesatuan di Pangandaran hanyalah semu dan khayalan, karena pemerataan infrastruktur hanyalah bohong belaka,” ucapnya.
Dirinya berharap pemerintah segera memperbaiki infrastruktur jalan tersebut. “Agar perekonomian masyarakat lebih maju,” pungkasnya. (Ceng/R5/HR-Online)