Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Kepolisian menyebut api penyebab kebakaran Pasar Ciamis berasal dari kios penjual dan penyepuh emas dan perak yang berada di Blok B-187, Selasa (25/6/2019) malam.
“Dari hasil olah TKP yang kami lakukan diduga api berasal dari korsleting arus pendek listrik, awal mulanya dari kios penyepuh emas lalu menjalar ke ruko-ruko yang ada di dekatnya,” ujar Kapolres Ciamis, AKBP Bismo Teguh Prakoso, pada rilis yang diterima HR Online.
Hasil olah TKP yang dilakukan pihak Kepolisian juga menyebut, kios yang terbakar di Pasar Ciamis berjumlah 10 kios.
“Dari 10 ruko yang terbakar tersebut menyambung listrik secara pararel dari kios penjual dan penyepuh emas dan perak dengan menggunakan terminal listrik yang terpasang di lampu. Ini yang menjadi penyebab kebakaran Pasar Ciamis,” kata Bismo.
Lebih lanjut Bismo mengatakan, jumlah kios yang terbakar sebanyak 10 kios. Dari 10 kios tersebut selain kios pakaian, 1 kios merupakan kios penjual dan penyepuh emas/perak.
“Untuk kerugian masih kita hitung, namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, karena kios sudah pada tutup saat kebakaran terjadi,” pungkasnya.
Pada pemberitaan sebelumnya Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis merilis setidaknya 13 kios terbakar di Ciamis tepatnya di Blok B Pasar Manis Ciamis, Selasa (25/6/2019).
Dalam laporan assesment BPBD Ciamis yang diterima HR Online, 5 kios habis terbakar, sementara 8 kios mengalami rusak sedang.
Baca Juga: BPBD: 5 Kios Habis Terbakar, 8 Kios Rusak Sedang di Pasar Ciamis
“Lima kios yang habis terbakar tersebut, barang dagangan di dalamnya pun tak bisa diselamatkan,” ujar Ani Supiani, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Ciamis.
Ani juga menyebut ada 2 orang pemilik kios yang mengalami syok. Salah satu diantaranya dirujuk ke RSUD Ciamis.
“Ada pemilik kios yang histeris sampai pingsan, akhirnya dirujuk ke RSUD Ciamis,” kata Ani.
Ani menambahkan, selain tim BPBD Ciamis, penanganan kebakaran dilakukan bersama Damkar, PMI Kabupaten Ciamis, PDAM Kab Ciamis, TNI dan Polres Ciamis, Dekoperindag, PLN Ciamis, Satpol PP, Dishub dan masyarakat Kabupaten Ciamis.
“Kami juga sempat dibantu BPBD Kota Tasik dan Damkar Kota Tasik,” katanya. (Fahmi/R7/Hr-Online)