Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Pasangan lansia yang lumpuh di Ciamis mendapat bantuan dari Polres Ciamis. Endi (70) dan Sursih (60) pasangan lansia tersebut sudah lumpuh sejak setahun yang lalu.
Walau keduanya masuk golongan warga tidak mampu, namun mereka bahkan tidak memiliki BPJS untuk berobat. Karena itu, Kapolres Ciamis, AKBP Bismo Teguh Prakoso mendatangi rumah keduanya di Dusun Ciwahangan, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jawa barat, Sabtu (15/6/2019).
Baca Juga: Kisah Sedih Pasutri Lansia di Ciamis, Alami Lumpuh dan Tak Tersentuh Bantuan Pemerintah
Pasangan Lansia Lumpuh di Ciamis dapat Bantuan Biaya Pengobatan
Selain silaturahmi, Kapolres Ciamis juga memberikan bantuan biaya pengobatan untuk pasangan lansia tersebut. Saat Kapolres Ciamis datang, Endi dan Sursih hanya terbaring dan duduk di atas kasur yang ada di tengah rumahnya.
Bismo mengaku tahu tentang keberadaan pasangan lansia lumpuh di Ciamis dari laporan masyarakat. Bismo juga mendapat keterangan dari keluarganya, bahwa pasangan lansia tersebut selain lumpuh juga menderita pengeroposan tulang yang sudah diderita selama bertahun-tahun.
“Bulan ini masih bulan mulia, karena itu bulan Syawal ini kami dari Polres Ciamis, juga bersama Koramil Ciamis serta masyarakat datang untuk memberikan perhatian kepada saudara kita. Bantuan yang diberikan berupa sembako dan biaya untuk berobat kesehatan keduanya,” ujar Bismo setelah menjenguk pasangan lansia tersebut.
Rupanya aksi Bismo tersebut bertujuan untuk menginspirasi para dermawan dan juga pihak lainnya agar membantu meringankan penderitaan pasangan lansia lumpuh di Ciamis itu.
“Kejadian ini peluang bagi kita untuk memberikan pelayanan dan juga kebaikan kepada masyarakat. Bagi yang berlebih harus memberikan perhatian dan kemanfaatannya,” kata Bismo.
Luput dari Perhatian Pemkab
Sementara, Kepala Desa Sukamulya Baregbeg, Solihin, menanggapi kasus pasangan lansia lumpuh di Ciamis yang luput dari perhatian pemerintah kabupaten.
Solihin mengatakan pihaknya terlebih dahulu akan memperbaiki administrasi kependudukan Endi dan Sursih. Keduanya kini tinggal di Dusun Ciwahangan, Desa Baregbeg. Namun diketahui Endi dan Sursih masih tercatat sebagai penduduk di Desa Sukamulya.
“Kami sebelumnya sudah pernah melakukan pertolongan kepada pasangan lansia ini. Dulu kondisinya masih mampu jadi belum dapat bantuan. Namun sekarang kondisinya kan berbeda. Karena itu setelah kependudukannya diperbaiki, kami akan ajukan supaya mendapat bantuan kartu Waluya (program kesehatan Ciamis) agar dapat meringankan pengobatannya,” pungkasnya.
Setahun Alami Lumpuh
Sebelumnya, Endi dan Sursih, pasangan lansia lumpuh di Ciamis ini diberitakan telah setahun tak bisa lagi beraktivitas. Keduanya dirawat oleh keponakan Endi, bernama Eni Herni (45).
Menurut keterangan Eni, Sursih awalnya didiagnosa dokter mengalami struk ringan. Awalnya Sursih sering mengeluh sakit pada bagian kaki dan lutut. Lama kelamaan sakitnya bertambah parah, sampai kemudian diketahui Sursih menderita pengeroposan tulang.
Sementara Endi sudah lama menderita darah tinggi sampai akhirnya lumpuh. Bukan itu saja, saat Endi masih usaha jual-beli material bangunan ia sempat mengalami kecelakaan, tubuhnya terjepit badan kendaraan.
Eni, keponakan Endi mengaku belum ada petugas kesehatan atau aparat pemerintah setempat yang mengusahakan agar pasangan lansia lumpuh di Ciamis tersebut mendapat bantuan kesehatan gratis dari pemerintah.
“Mungkin karena Abah dan Bibi masih tercatat sebagai warga Desa Sukamulya, sehingga aparat desa di sini tidak mendata. Saya sebenarnya pengen juga ngurus Abah dan Bibi dapat bantuan BPJS gratis. Tapi saya bingung cara mengurusnya,” ungkapnya.
Eni pun berharap pemerintah daerah bisa membantu dengan memberikan tanggungan BPJS gratis untuk biaya pengobatan Endi dan Sursih.
“Kalau ada bantuan kan bisa meringankan biaya. Meski Abah masih punya tabungan, kalau terus-terusan dipakai berobat pasti habis. Sementara Abah sudah tidak sanggup bekerja. Makanya kami sangat berharap bantuan pemerintah daerah Ciamis maupun dermawan untuk membantu meringankan beban Abah dan Bibi,” pungkasnya. (Her2/R7/HR-Online)