Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Sapri (42), warga Lingkungan Karang, Kelurahan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang sebelumnya disebut terduga teroris dan ditangkap oleh pihak kepolisian bersama empat rekannya di jalur Limbangan Kabupaten Garut pada Selasa (21/05/2019) lalu, kini sudah dipulangkan ke rumahnya.
Sebelumnya, penangkapan terhadap 5 orang di Garut (salah satunya Sapri) dilaporkan terkait terduga teroris yang akan melakukan kekacauan pada aksi demontrasi di Gedung KPU Jakarta, pada Rabu (22/05/2019) lalu. Kelima orang itupun sempat diamankan pihak kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan.
Saat sejumlah awak media berkunjung ke rumahnya, Kamis (24/05/2019), memang benar Sapri sudah berada di rumah. Saat itu dia tengah berbincang dengan tiga orang tamu pria. Namun, ketika diminta diwawancarai, dia menolak dengan alasan kelelahan. Kemudian dia menyarankan agar awak media menemui ketua RT setempat apabila memerlukan keterangan terkait permasalahan yang menderanya.
Akhirnya, awak media bertemu dengan Ketua RT setempat, Ismail Suangga, yang tidak jauh dari rumah Sapri. Menurut Ismail, Sapri bersama 4 temannya diantar pulang oleh petugas Polda Jabar pada Rabu (23/05/2019) malam.
“Kelima orang yang kemarin ditangkap pihak kepolisian sudah pulang ke rumahnya yang diantar langsung oleh petugas dari Polda. Saya sempat ngobrol dengan pihak kepolisian, katanya tidak apa-apa hanya dilakukan pemeriksaan saja. Kalau begitu, berarti kelima orang tersebut tidak terbukti terlibat ke dalam jaringan teroris,” katanya.
Setelah mendapat penegasan dari anggota kepolisian, Ismail mengaku lega. Pasalnya, ketika Sapri dikabarkan ditangkap lantaran terduga teroris, dirinya sempat kaget dan tidak percaya. Sebab, kata dia, dalam keseharian Sapri tidak menunjukan gelegat aneh dan dia pun dikenal orang baik di lingkungan masyarakat setempat.
“Dia itu orang baik dan rajin beribadah. Dia juga tidak pernah melakukan hal yang aneh-aneh selama menjadi warga sini,” terangnya.
Menurut Ismail, alasan Sapri enggan diwawancara awak media karena ingin beristirahat. Selain itu, kata dia, Sapri pun mengalami kambuh sakit pinggang. “Tadi Pak Sapri bilang ke saya, ingin beristirahat dulu untuk menyembuhkan sakit pinggangnya. Kalau keluhannya sudah membaik, dia baru bersedia untuk diwawancarai,” ujarnya.
Ismail mengatakan, dalam kesehariannya, Sapri merupakan pegawai PDAM Manonjaya. Selain itu, kata dia, Sapri juga memiliki usaha kelapa dan bumbu masakan padang.
“Jadi, saat kemarin ditangkap bersama empat rekannya, dia bermaksud akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi 22 Mei. Pak Sapri ini sudah biasa ikut aksi solidaritas. Seperti pada aksi 212 pun dia ikut berangkat ke Jakarta,” terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Dora, istri Sapri, mengaku kaget ketika mendengar suaminya ditangkap pihak kepolisian dan disebut terduga terorisme. Dia pun membantah bahwa suaminya ikut ke dalam jaringan teroris.
”Dari sini juga nggak bawa apa-apa, cuma bawa kurma sama air mineral untuk berbuka puasa di jalan. Pakaian yang dibawanya pun saya yang kemas,” kata Dora. (Her2/R2/HR-Online)