Senin, April 7, 2025
BerandaBerita CiamisSeni Bebegig Ciamis Juara Umum Tingkat Nasional

Seni Bebegig Ciamis Juara Umum Tingkat Nasional

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Sanggar Seni Bebegig Baladewa asal Sukamantri Kabupaten Ciamis Jawa Barat meraih juara umum tingkat nasional pada even Parade Wira Budaya atau Pawai Budaya Nusantara tahun 2019 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Kasi Pembinaan Kesenian Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis, Eman Hermansyah, S.Pd, Senin (30/04/2019), menuturkan, pada tanggal 20-21 April 2019 kesenian asal Ciamis berhasil mengharumkan Jawa Barat di pentas nasional.

Eman mengungkapkan, dalam pentas Pawai Budaya Nusantara yang diikuti 18 provinsi, kesenian Bebegig Sukamantri berhasil meraih juara penata atraksi terbaik dan arak-arakan terbaik. Karenanya, berhak meraih juara umum Pawai Budaya Nusantara TMII 2019.

“Alhamdulilah seni Bebegig Sukamantri mengharumkan Ciamis dan mengantarkan Jawa Barat meraih piala bergilir dan piala tetap dari Menteri Pariwisata. Selain itu, juga mendapatkan uang pembinaan dari Direktur Utama TMII,” ujarnya.

Menurut Eman, dalam kompetensi helaran budaya nusantara, Jawa Barat membawakan cerita Bebegig Sumatri. Suguhan seni tradisi asal Kabupaten Ciamis ini memang sarat makna dan filosofi daerah.

“Kita patut bangga punya seni bebegig yang menasional dan mengharumkan Ciamis. walapun memang banyak seni dan tradisi di Ciamis lainnya, juga nanti bisa berlaga di nasional,” ujarnya.

Ketua Sanggar Seni Bebegig Baladdewa Sukamantri, Cucu Vanji Hidayat, menuturkan, kegiatan helaran tingkat nasional sangat  refresentatif dan kreatif. Ini dapat menumbuh kembangkan seni seni tradisonal di daerah.

Cucu menuturkan, memang seni helaran Bebegig sendiri berasal dari Sukamantri yang merupakan daerah paling Utara Ciamis, berbatasan dengan Kabupaten Majalengka. Kesenian tradisional ini memiliki filosofi yang begitu kuat sesuai dengan tempatnya berkembang.

Menurut Cucu, seni Bebegig sangat berkaitan erat dengan wilayah sebelah Utara Desa Sukamantri, yang disebut Tawang Gantungan. Sebuah bukit dengan hutan larangan yang masih dianggap keramat dan angker.

Lebih lanjut, Cucu menjelaskan, orang yang berkuasa di wilayah Tawang Gantungan pada waktu itu adalah Prabu Sampulur, yang dikenal sakti dan juga cerdik. Untuk menjaga di daerah tersebut dari orang yang punya niat jahat, dibuatlah topeng-topeng dari kulit kayu yang dibuat sedemikian rupa menyerupai wajah menyeramkan.

Sementara untuk rambutnya, terbuat dari ijuk kawung (Aren) yang terurai panjang ke bawah, dilengkapi atribut mahkota dari kembang bubuay dan daun Waregu yang tersusun rapi diatas kepala topeng. Kemudia dihiasi kembang hahapaan dan daun pipicisan.

Atribut tersebut diambil dari tanaman liar yang tumbuh subur di daerah tawang gantungan.

Selanjutnya topeng-topeng kulit kayu yang dibuat oleh Prabu Sampulur dipasang dipohon-pohon besar yang ada di sekitar Tawang Gantungan. Konon, karena kesaktiannya bila ada orang yang berniat jahat melihat topeng tersebut seolah-olah melihat makhluk tinggi besar menyeramkan.

Setelah wujud Bebegig selesai dibuat dengan berbagai karakter, mereka tidak lantas mementaskannya. Namun terlebih dahulu melakukan ritual doa di makam keramat yang diyakini sebagai leluhur. Bahkan, ritual yang dilakukan malam hari itu berlangsung hingga fajar tiba.

Menurut kepercayaan, ritual ini sebagai bentuk izin kepada para leluhur dan agar dipermudah serta diberi kekuatan saat mementaskan Bebegig. Bukan tanpa alasan hal itu dilakukan, tetapi Bebegig yang berbobot minimal 30 kilogram untuk anak-anak hingga 60 kilogram untuk dewasa. Dengan bobot yang berat itu, para pemain harus maksimal saat tampil.

Diiringi musik kolaborasi seperti bedug, kolotok maupun alat musik tradisional lainnya, para pemain Bebegig saat mengikuti arak-arakan bisa menempuh jarak cukup jauh. Pada puncak pentas Bebegig, para pemain menampilkan berbagai tarian yang diyakini sebagai wujud dari para leluhur. Tak hanya itu, mereka melakukan perkelahian sesuai dengan tokoh dan karakter Bebegig, seperti tokoh jahat dan baik. Di puncak helaran Bebegig, tokoh jahat akan kalah oleh Bebegig dengan tokoh baik.

“Alhamdulillah setiap kali tampil, Seni Bebegig selalu menjadi perhatian masyarakat, baik yang penasaran ataupun yang hanya ingin sekedar foto-foto saja,” tuturnya. (Heri/Koran-HR)

Arus balik di Jalur Selatan Garut

Arus Balik di Jalur Selatan Garut Minggu Malam Mulai Lancar, Volume Kendaraan Mengarah ke Bandung Berkurang

harapanrakyat.com,- Volume kendaraan arus balik lebaran 2025 yang melintas di jalur selatan Garut, Jawa Barat, pada Minggu (6/4/2025) malam, sudah mulai menurun. Meski masih...
Remaja terseret ombak Pantai Karang Papak Garut

4 Remaja Terseret Ombak Pantai Karang Papak Garut, 1 Orang Tewas 

harapanrakyat.com,- Niat wisata malah jadi malapetaka, empat orang remaja asal Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat terseret ombak pantai Karang Papak Kecamatan Cikelet pada...
Lucky Hakim liburan ke Jepang

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Sindir Lucky Hakim yang Liburan ke Jepang: Bilang Dulu Ya!

harapanrakyat.com,-  Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyentil Bupati Indramayu Lucky Hakim yang liburan ke Jepang saat momen libur lebaran. Tak tanggung-tanggung Dedi Mulyadi mengunggah...
Pemudik arus balik

Potret Lonjakan Pemudik Saat Puncak Arus Balik di Terminal Tipe A Kota Banjar

harapanrakyat.com,- Memasuki H+6 lebaran Idul Fitri 1446 H ratusan pemudik memadati Terminal Tipe A Kota Banjar, Jawa Barat, saat puncak arus balik pemudik pada...
Pasca Banjir, Bupati Sumedang Tinjau Aliran Sungai Cimande Pastikan Jembatan Pangsor Aman

Pasca Banjir, Bupati Sumedang Tinjau Aliran Sungai Cimande Pastikan Jembatan Pangsor Aman

harapanrakyat.com,- Di tengah hujan deras yang mengguyur wilayah Sumedang, Bupati Dony Ahmad Munir turun langsung ke lapangan memantau aliran Sungai Cimande, khususnya di bawah...
Arus Balik Lebaran, Jalur Alternatif Cadas Pangeran Sumedang Jadi Pilihan Pemotor

Arus Balik Lebaran, Jalur Alternatif Cadas Pangeran Sumedang Jadi Pilihan Pemotor

harapanrakyat.com,- Jalur Cadas Pangeran Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, jadi alternatif jalur bagi pemudik motor, yang kembali ke kota asal setelah pulang kampung dari sejumlah...