Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Kapolres Banjar, AKBP Yulian Perdana, menyebut dalam menciptakan kondusifitas di Kota Banjar diperlukan ikhtiar bersama-sama dengan semua pihak. Sebab, Kepolisian tidak bisa berjalan sendiri dalam menjalankan tugas.
Seperti yang disampaikan Yulian dalam silaturahim kamtibmas dan buka puasa bersama Polres Banjar, wilayah Banjar yang berada di ujung timur Jawa Barat menjadi salah satu daerah yang paling aman di Jabar, terutama dalam pemilu serta ramadan.
“Kenyamanan ini bukan saja berkat Polisi yang sudah menjadi tugasnya, namun ini karena ihktiar kita bersama TNI, Forkopimda, serta semua lapisan masyarakat yang komitmen menjaga kondusifitas dalam kondisi apapun, terutama pemilu kemarin,” ujarnya, Selasa (28/05/2019).
Ia menambahkan, proses pesta demokrasi kemarin di Kota Banjar berlangsung dinamis. Meski ada dinamika, kata Ia, namun masih terbilang wajar. Karena itu, ia mengingatkan agar masyarakat bisa lebih cerdas lagi dalam menanggapi berbagai informasi yang saat ini begitu mudah diakses, salah satunya melalui media sosial.
“Dulu Bung Karno menyampaikan perjuangan di zamannya itu mudah karena melawan penjajah, namun akan lebih berat di kemudian hari karena melawan bangsa sendiri. Ini menggambarkan saat ini. Meski kemarin dinamikanya luar biasa, namun kita memiliki komitmen untuk menjaga NKRI. Soal keriuhan kemarin di Jakarta alhamdulillah sudah normal kembali,” katanya.
Yulian pun berpesan, agar masyarakat jangan sampai berperang fisik antar sesama warga. Sebab, hal itu dapat memecah persatuan kebangsaaan. “Kalau perang argumentasi demi kebaikan tak apa-apa, ini bagus. Tapi kalau perang fisik, jangan sampai,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, Wakil Walikota Banjar, Nana Suryana, juga mengatakan hal senada. Ia menilai pada pemilu kemarin warganya memiliki perbedaan pandangan atas pilihannya merupakan hal yang wajar. Sehingga dinamika yang ada tidak sampai di luar batas.
“Jadi wajar bila Kota Banjar aman. Salah satu yang paling berperan paling utama dalam hal ini adalah Kepolisian, TNI, penyelenggara pemilu serta kekompakan masyarakat dalam menjaga kondusifitas. Jadi, pemilu damai adalah kerja sama semuanya, terima kasih,” singkat Nana. (Muhafid/R6/HR-Online)