Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Kasus pencabulan yang kerap terjadi di Kota Banjar membuat warga semakin resah, terutama bagi mereka yang memiliki anak perempuan yang masih kecil atau usia di bawah umur.
Biasanya anak perempuan di bawah umur paling rentan menjadi korban aksi pencabulan dan pemerkosaan. Di usia tersebut, anak-anak masih lugu dan polos karena belum mengerti tentang hal-hal tabu seperti itu.
Belum lama ini, di Banjar pun terjadi lagi kasus pencabulan dan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur. Pelakunya berjumlah tiga orang yang juga sama-sama masih di bawah umur. Kasus tersebut kini sedang ditangani unit PPA Satreskrim Polres Banjar, Polda Jabar.
Menanggapi hal ini, Kabid. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas Sosial (Dinsos P3A) Kota Banjar, Ika Kartikawati, mengaku sangat prihatin atas kasus pencabulan anak di bawah umur yang kerap terjadi di Kota Banjar.
“Kami sangat prihatin. Untuk mencegah hal itu, kami pun gencar melakukan sosialisasi ke setiap sekolah, baik dari tingkat SD hingga SLTA,” katanya, saat ditemui Koran HR, di ruang kerjanya, Selasa (14/05/2019).
Untuk itu, pihaknya pun menekankan kepada setiap orang tua agar memberikan pengertian kepada anaknya akan bahaya dari kasus seperti ini. Karena, figur orang tua sangat penting guna mendukung anak dalam membentuk karakternya.
“Itu peran orang tua terhadap anak di lingkungan. Namun, untuk di lingkup pendidikan, peran guru diharapkan dapat memberi masukan baik, dan simulasi kepada anak-anak tentang hal-hal seperti itu,” terangnya.
Ika mengimbau kepada masyarakat, jika ada kejahatan seksual yang terjadi di keluarga maupun di lingkungan, atau bahkan di sekolah, bisa langsung datang ke Kantor Dinsos P3A, Jalan Gerilya, Kota Banjar. Jika ada laporan yang masuk pasti akan ditindaklnajuti oleh pihaknya. (Hermanto/Koran HR)