Berita Ciamis (harapanrakyat.com),– Sapri (42) salah satu warga Lingkungan Karang, Kelurahan Ciamis, Kabupaten Ciamis ditangkap tim gabungan Polres Garut karena diduga terlibat jaringan teroris.
“Kaget ketika mendengar suami ditangkap Polres Garut, tahu dari kakak, tadinya tidak percaya, tapi lihat foto yang beredar, akhirnya emang tahu itu benar suami saya,” ungkap Dora Gumilawati (35), istri Sapri saat ditemui HR Online di rumahnya, Rabu siang (22/5/2019).
Menurut Dora, suaminya berangkat ke Jakarta pada Selasa dini hari (21/5/2019). Tujuan Sapri, kata Dora, untuk mengikuti aksi bersama empat orang temannya. Sapri sempat memberi kabar pada pukul 16.00 WIB pada Dora.
“Saya sangat shock mendengar kabar suami saya ditangkap, apalagi dari kabar yang saya dengar suami diborgol dan dituduh teroris, padahal jam empat sore suami memberi kabar akan balik kanan karena perjalanan sangat macet,” ungkapnya.
Namun menurut Dora, selepas suaminya memberikan kabar tersebut, tidak ada komunikasi lagi. Dora malah mendengar kabar dari kakaknya, bahwa suaminya ditangkap polisi.
Dora menambahkan suaminya berangkat bersama Ustadz Badrudin dan Ustadz Yahya. Keduanya dikenal sebagai pengajar di Ponpes Nurussalam Cikoneng, Kabupaten Ciamis.
Selain kedua ustad tersebut, Supri juga ditemani Adi Hadianto dari Kota Banjar dan adik iparnya, Jhoni. Mereka berlima berangkat menggunakan mobil Isuzu MUX dengan Nopol Z 1682 WY milik Dora.
Dora mencoba meyakinkan bahwa suaminya tidak mungkin terlibat jaringan teroris. Menurut keterangan Dora, mereka berangkat hanya untuk aksi. Sebelumnya Dora mengaku pernah juga ikut aksi 212 sekeluarga.
”Dari sini juga nggak bawa apa-apa, cuma bawa kurma sama air mineral untuk berbuka puasa di jalan. Pakaian yang dibawanya pun saya yang kemas,” kata Dora.
Dora berharap dugaan terhadap suaminya yang dituduh teroris tidak terbukti. Dirinya juga menginginkan suaminya bisa secepatnya berkumpul kembali bersama keluarga.
“Alhamdulilah sudah ada kabar mengenai suami saya dan sekarang sedang dilakukan pemeriksaan,” pungkasnya .
Sementara Ketua RT tempat Supri tinggal, Ismail Suangga, mengaku terkejut mendapat kabar ada warganya yang ditangkap Polisi di Garut karena dituduh terlibat jaringan teroris.
Menurut Ismail, Sapri kesehariannya tidak terlihat seperti orang yang terlibat jaringan teroris. Supri malah sangat terbuka dan berbaur dengan masyarakat.
“Kami tidak melihat kecurigaan apapun mengenai saudara Sapri. Kesehariannya dia berjualan bumbu masak di Pasar Ciamis dan pelatih Muathai,” katanya. (Fahmi/R7/HR-Online)