Berita Ciamis (harapanrakyat.com),-Seorang pria yang diketahui bernama Suryadi (59), warga Sregen Jawa Tengah, ditemukan meninggal dunia di saung kolam yang berada di Desa Imbanagara, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (1/04/2019). Penemuan mayat ini sontak menggegerkan warga setempat. Sebab, korban berada di dalam saung seorang diri dan ketika menemui ajalnya tidak diketahui orang lain.
Namun, penyebab kematian korban ternyata karena sakit. Berdasarkan hasil penyelidikan polisi serta pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga korban meninggal akibat sesak nafas dan penyakit diabetes yang dideritanya.
Kapolsek Ciamis, Kompol Sindu Manuabe, mengatakan, korban pertama kali diketahui meninggal dunia saat pegawai desa mencari keberadaannya. Saat itu, korban yang biasa berjualan petai di Pasar Imbanagara, tidak menampakan hidungnya. Padahal, pada malam harinya, korban ngobrol bareng dengan para pedagang.
“Saat korban tidak terlihat di pasar, kemudian para pedagang meminta bantuan kepada pegawai desa untuk mengecek ke saung yang biasa ditempati korban. Setelah dicek, ternyata korban sudah tergeletak di lantai dengan posisi terlentang dan setengah tanpa busana,” ujarnya, saat ditemui di lokasi kejadian.
Sindu menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan dan indentifikasi Tim Inafis Polres Ciamis serta meminta keterangan sejumlah saksi, diduga korban meninggal karena sakit. Sebab, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya bekas penganiayaan. “Korban ini menderita diabetes dan sesak napas. Ketika penyakitnya kumat, tidak ada orang yang menolong. Karena korban tinggal sendiri di saung tersebut,” ujarnya.
Kini jenazah korban sudah berada di RSUD Ciamis untuk dilakukan visum. Pihak kepolisian pun sedang berusaha menghubungi keluarga korban di Sragen. “Korban ini seorang pedagang petai yang tempat jualannya berpindah-pindah. Kadang di Pasar Imbanagara. Kada juga berjualan di pasar Tasikmalaya. Jadi, dia tidak memiliki kerabat dan tempat tinggal tetap di Ciamis,” terangnya.
Di tempat yang sama, Sukanda, pemilik kolam, menjelaskan, sebelum tinggal di saungnya, korban setiap berdagang di Pasar Imbanagara sering tidur di emperan toko. Dirinya, kata Sukanda, merasa iba dan kemudian mempersilahkan korban untuk tinggal di saungnya.
“Korban pernah bilang bahwa dia memiliki penyakit gula dan sesak nafas yang sudah kronis. Korban juga mengaku belum menikah dan sering hidup seorang diri,” katanya.
Menurut Sukanda, korban berjualan petai di Pasar Imbanagara sudah 5 hari. Namun pada Senin pagi (01/04/209), korban tidak terlihat di pasar. Para pedagang pun kemudian bertanya-tanya. Selain itu, banyak pembeli yang menanyakan korban kenapa tidak berjualan.
“Padahal, tadi malam korban ngobrol bersama pedagang. Karena khawatir terjadi apa-apa, kemudian pedagang meminta bantuan pegawai desa untuk mengecek keberadaannya korban. Ternyata setelah dicek korban sudah meninggal dunia,” pungkasnya. (Her2/R2/HR-Online)