Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Calon Presiden (Capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto, mengungkapkan tidak memiliki dana kampanye yang cukup, sehingga belum mampu untuk membiayai honor saksi TPS. Prabowo pun meminta kepada pendukungnya untuk menjadi saksi secara sukarela dan menjaga penghitungan suara hingga usai. Hal itu dikatakan saat kampanye akbar Prabowo di Ciamis, Jawa Barat, yang bertempat di Taman Lapang Lokasana, Sabtu (06/04/2019).
“Saya minta maaf tidak bisa memberikan kaos kepada kalian. Saya juga minta maaf pada tanggal 17 April nanti mungkin tidak ada uang saksi (TPS). Saya berharap seluruh rakyat menjadi saksi untuk mengawasi penghitungan suara di TPS sampai usai. Kotak suara juga harus dikawal. Jangan sampai ada yang menukar di tengah jalan. Kita harus waspada,” tegasnya.
Prabowo juga di hadapan pendukungnya meminta untuk mengawasi pelaksanaan pencoblosan dari awal hingga penghitungan selesai. “Bila perlu panita TPS-nya kalian pelototin,” kata Prabowo berkelakar yang disambut tawa dari para pendukungnya.
Menurut Prabowo, saat dilakukan penghitungan suara, rakyat harus ikut mengawasi. Kalau ada surat suara lebih setelah selesai pencoblosan harus dihitung berapa jumlahnya. Kemudian harus dimusnahkan. “Saya minta tungguin TPS sampai penghitungan selesai. Sampai malam. Jangan sampai ada kecurangan,” tegasnya.
Prabowo pun menargetkan kemenangan dengan selisih 25 persen dari lawannya. Hal itu menurutnya harus diwujudkan. “Meski lawan curang, kalau selisihnya 25 persen tetap kita menang. Saya menduga ada tanda-tanda yang akan mencuri suara. Seperti daftar pemilih yang aneh-aneh. Banyak nama dan tanggal lahir yang sama. Tapi kita tidak gentar. Karena kami berada di jalan yang benar. Tuhan selalu memberikan perlindungan kepada orang-orang yang benar,” tegasnya.
Prabowo pun berharap Jawa Barat bisa menjadi lumbung suara terbesar untuk memuluskan kemenangannya. “Jawa Barat harus menang di angka 90 persen. Termasuk Ciamis juga,” katanya.
Pada kasempatan itupun Prabowo bersumpah di hadapan ribuan pendukungnya, apabila terpilih menjadi Presiden, tidak akan memperkaya diri. “Cita-cita saya hanya ingin mewujudkan negeri ini menjadi negara adil dan makmur,” tandasnya.
Prabowo di Ciamis pun mendapat sumbangan dari pada pendukungnya. Ketika itu dia tengah berorasi di panggung kampanye. Seketika dia berhenti berbicara saat ada massa pendukungnya melambaikan tangan dan meminta untuk didekati. Prabowo pun langsung mendekati dan meraih sebuah amplop berwarna cokelat dari tangan salah satu pendukungnya.
“Alhamdulilah ada sumbangan. Ini sumbangan dari rakyat. Terima kasih,” kata Prabowo usai menerima amplop dari salah satu massa pendukungnya.
Prabowo menegaskan banyak pendukungnya yang memberi sumbangan secara sukarela untuk dana kampanyenya. Dia mengaku tidak mampu memberi uang kepada pendukungnnya, tetapi rakyat yang memberikan uang untuk dana kampanyenya.
“Saya ucapkan terima kasih kepada rakyat yang sudah memberikan dukungan materi untuk dana kampanye kami. Bukan nilai uangnya yang kami lihat, tetapi niatnya. Dengan dukungan yang luar biasa ini, saya siap berjuang untuk rakyat. Saya rela mati untuk rakyat,”tegasnya.
Setelah kembali berorasi, Prabowo mendapat sumbangan lagi dari pendukungnya. Dia pun harus berhenti lagi berbicara. Ternyata banyak massa pendukungnya yang memberikan uang sampai-sampai Prabowo harus mencegahnya. “Sudah-sudah cukup. Simpan uang kalian. Uang itu pakai saja untuk nanti beli makan saat nungguin TPS,” katanya.
Prabowo menegaskan dirinya banyak didukung oleh rakyat. Sampai-sampai pendukungnya rela menyisihkan hartanya untuk mendukung kegiatan kampanyenya. Dia pun dalam kesempatan itu memberi pesan untuk elit di Jakarta. “Saya ingin bilang, hai elit di Jakarta, lihat ini saya dibiayai oleh rakyat. Gerakan kami adalah gerakan rakyat Indonesia. Kalau kau berani curang, saya gak tanggung jawab apa yang akan terjadi nanti,”tegasnya dengan nada berapi-api.
Sementara itu, kampanye Prabowo di Ciamis dihadiri oleh puluhan ribu massa pendukungnya yang datang dari berbagai wilayah di Priangan Timur, seperti Ciamis, Banjar, Tasikmalaya dan Pangandaran. Dari pantauan di lokasi, saking banyaknya massa yang datang, sampai area Lapang Lokasana dipadati manusia. (Bgj/R2/HR-Online)