Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Kehadiran ojek online di Kabupaten Ciamis tentunya sangat memudahkan masyarakat untuk mendapatkan transportasi. Namun di lain sisi, kehadiran ojol ini dinilai telah menggerus pendapatan ojeg konvensional.
Endi, salah seorang ojek konvensional, ketika ditemui Koran HR, Selasa (09/04/2019), mengaku mengalami penurunan pendapatan hingga 50 persen. Dia mengaku sudah hampir 8 tahun berprofesi menjadi ojek konvensional.
“Sebelum ada ojek online, pendapatan saya berkisar Rp. 100 ribu perhari. Tapi setelah ojol menjamur di setiap sudut kota, pendapatan saya turun drastis, kadang Rp 30 ribu kadang Rp. 50 ribu,” katanya.
Menurut Endi, seharusnya perusahaan penyedia jasa ojol memperhatikan nasib ojek konvensional seperti dirinya. Selain itu, seharusnya pihak perusahaan mementingkan dan merangkul ojek konensional.
“Kalau seperti ini kan seolah-olah memutus mata pencarian kami (ojek konvensional). Kami juga punya keluarga untuk diberi nafkah,” katanya.
Endi berharap pemerintah daerah ataupun pemerintah pusat, memperhatikan nasib rakyat kecil dengan memberikan solusi. Salah satunya dengan membatasi ojek online, agar ojeg konvensional bisa tetap mencari penghasilan. (Fahmi/Koran HR)