Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Calon Presiden (Capres) no urut 02 Prabowo Subianto, mendapat sumbangan dari para pendukungnya, saat kampanye di Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (06/04/2019). Usai mendapat sumbangan, Prabowo tampaknya memberikan pesan untuk elit di Jakarta yang mengingatkan jangan coba-coba berbuat curang dalam perhelatan Pilpres 17 April mendatang.
Dari pantauan kampanye di Ciamis yang bertempat di Taman Lapang Lokasana, Prabowo mendapat sumbangan dari pendukungnnya. Ketika itu dia tengah berorasi di panggung kampanye. Seketika dia berhenti berbicara saat ada massa pendukungnya melambaikan tangan dan meminta untuk didekati. Prabowo pun langsung mendekati dan meraih sebuah amplop berwarna cokelat dari tangan salah satu pendukungnya.
“Alhamdulilah ada sumbangan. Ini sumbangan dari rakyat. Terima kasih,” kata Prabowo usai menerima amplop dari salah satu massa pendukungnya.
Prabowo menegaskan banyak pendukungnya yang memberi sumbangan secara sukarela untuk dana kampanyenya. Dia mengaku tidak mampu memberi uang kepada pendukungnnya, tetapi rakyat yang memberikan uang untuk dana kampanyenya.
“Saya ucapkan terima kasih kepada rakyat yang sudah memberikan dukungan materi untuk dana kampanye kami. Bukan nilai uangnya yang kami lihat, tetapi niatnya. Dengan dukungan yang luar biasa ini, saya siap berjuang untuk rakyat. Saya rela mati untuk rakyat,”tegasnya.
Setelah kembali berorasi, Prabowo mendapat sumbangan lagi dari pendukungnya. Dia pun harus berhenti lagi berbicara. Ternyata banyak massa pendukungnya yang memberikan uang sampai-sampai Prabowo harus mencegahnya. “Sudah-sudah cukup. Simpan uang kalian. Uang itu pakai saja untuk nanti beli makan saat nungguin TPS,” katanya.
Prabowo menegaskan dirinya banyak didukung oleh rakyat. Sampai-sampai pendukungnya rela menyisihkan hartanya untuk mendukung kegiatan kampanyenya. Dia pun dalam kesempatan itu memberi pesan untuk elit di Jakarta. “Saya ingin bilang, hai elit di Jakarta, lihat ini saya dibiayai oleh rakyat. Gerakan kami adalah gerakan rakyat Indonesia. Kalau kau berani curang, saya gak tanggung jawab apa yang akan terjadi nanti,”tegasnya dengan nada berapi-api.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menjanjikan akan menurunkan harga tarif listrik apabila terpilih menjadi Presiden. Menurutnya, setelah melakukan diskusi dengan para pakar, ternyata memungkinkan untuk menurunkan harga tarif listrik. Dia mengatakan janji kampanye menurunkan tarif harga listrik bukan tanpa dasar. Tetapi sudah melalui penghitungan yang matang dari para pakar.
“Saya sudah mengumpulkan para pakar yang diambil dari anak-anak terbaik Indonesia. Waktu itu saya tanya pada mereka, apakah bisa tarif harga listrik diturunkan? Mereka jawab bisa. Kemudian saya tanya, apakah perlu waktu 3 tahun, 2 tahun atau 1 tahun? Mereka jawab lagi, cukup dalam waktu 100 hari Pak,” kata Prabowo, yang disambut sorak dan tepuk tangan dari puluhan ribu massa pendukungnya yang memadati Taman Lapang Lokasana Ciamis.
Dengan begitu, tegas Prabowo, dirinya menjanjikan harga tarif listrik akan diturunkan dalam 100 masa kerja apabila terpilih menjadi presiden, bukan mengada-ada. Tetapi sudah melalui pengkajian para pakar yang dihitung secara matang. “Jadi, 100 hari saya sudah menjabat presiden, harga tarif listrik langsung diturunkan,” tegasnya.
Selain itu, kata Prabowo, apabila terpilih menjadi presiden, dirinya berencana akan membuat mobil nasional dengan melibatkan para ahli yang diambil dari putra-putri terbaik Indonesia. Namun, kata dia, mobil yang dibuat benar-benar hasil karya produksi dalam negeri, bukan dari hasil rakitan yang diambil dari luar negeri.
“Jadi, mobil yang akan kami buat, bukan mobil eto-eto atau mobil orang asing yang hanya dirakit di Indonesia. Bukan. Bukan mobil itu. Emangnya rakyat kita bodoh. Rakyat sudah tahu gimana mobil itu,” tegasnya. Dengan para pakar pun, kata dia, dirinya sudah merencanakan akan membangun ratusan pabrik untuk membuka lapangan kerja.
Sementara itu, Prabowo kampanye di Ciamis dihadiri oleh puluhan ribu massa pendukungnya yang datang dari berbagai wilayah di Priangan Timur, seperti Ciamis, Banjar, Tasikmalaya dan Pangandaran. (Bgj/R2/HR-Online)