Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Para petani di Desa Tunggilis, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran terpaksa panen lebih awal tanaman padi meraka. Pasalnya, padi yang sebentar lagi panen justru diterjang banjir setelah tanggul Sungai Cirapuan sepanjang 12 meter jebol.
Dadan Kurnia, salah satu petani, mengatakan, sawah miliknya seluas 200 bata seluruhnya tergenang air banjir. Untuk meminimalisir kerugian, ia terpaksa memanen lebih awal.
“Padahal punya saya dua minggu lagi panen, tapi ya ini kena banjir. Kalau tidak segera dipanen lebih awal, bisa-bisa malah busuk padinya. Jadi ini sangat terpaksa sekali,” katanya kepada HR Online, Rabu (10/04/2019).
Senada juga dikatakan petani lainnya, Yanti. Ia mengaku terpaksa panen lebih awal lantaran padinya tersebut sudah tidak terlihat sama sekali. Maka dari itu, ia terpaksa menghindari kerugian lebih besar dengan hal itu.
“Untuk mengangkut padi ke daratan saya pakai pohon pisang yang disusun seperti rakit. Saya harap ke depan jangan terjadi seperti ini lagi, para petani pastinya merugi,” pungkasnya.
Pantauan HR Online di lapangan, ketingian banjir di areal sawah seluas 135 hektar tersebut cukup variatif, mulai dari 1 meter hingga 2 meter. (Entang/R6/HR-Online)