Minggu, April 6, 2025
BerandaBerita CiamisPMII Ciamis Klaim Miliki Bukti Kecurangan Saat Penghitungan Suara di TPS

PMII Ciamis Klaim Miliki Bukti Kecurangan Saat Penghitungan Suara di TPS

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengaku memiliki bukti adanya dugaan kecurangan saat penghitungan suara C1 plano yang terjadi di beberapa TPS di Kabupaten Ciamis saat Pemilu Legislatif 17 April lalu. Temuan dugaan kecurangan itu menurut PMII ditemukan di Kecamatan Cihaurbeuti.

Aktivis PMII Kabupaten Ciamis, Rian Ahmad Mudzaki, kepada Koran HR, Selasa (23/04/2019) mengatakan, pihaknya sebagai organisasi yang terakreditasi menjadi pemantau Pemilu memiliki sejumlah bukti adanya dugaan kecurangan saat pelaksanaan Pemilu Legislatif. Dari laporan yang diterima, lanjut dia, kecurangan terjadi pada saat penjumlahan suara di lembaran C1 plano.

“Tanpa mengurangi rasa hormat kami kepada seluruh petugas KPPS yang sudah lelah bekerja selama 2-3 hari tanpa istirahat dalam menyukseskan pelaksanaan Pemilu. Jika petugas KPPS bertugas dengan baik, sangat kami apresiasi dan harus dihormati. Tetapi kasus yang terjadi di Cihaurbeuti berbeda, dimana ada dugaan kesengajaan yang dilakukan anggota KPPS saat menjumlah suara yang tidak sesuai dengan faktanya,” tegasnya.

Akibat dugaan kecurangan tersebut, tambah Rian, telah merugikan salah satu partai politik (parpol). Sementara dua parpol lainnya menjadi diuntungkan dengan adanya dugaan kecurangan tersebut. “Dua parpol yang diuntungkan itu suaranya melambung. Sementara salah satu parpol suaranya banyak yang hilang, terutama suara untuk parpolnya,” katanya.

Menurut Rian, temuan dugaan kecurangan tersebut ditemukan di beberapa TPS di Kecamatan Cihaurbeuti, diantaranya di Desa Sukamulya, Pamokolan dan Sumberjaya. “Yang kami temukan baru di tiga desa. Mungkin saja praktek kecurangan serupa terjadi di desa lain,” tandasnya.

Dengan adanya temuan tersebut, Rian menegaskan pihaknya meminta Bawaslu untuk segera turun tangan guna memeriksa serta menghitung kembali surat suara. “Bila perlu Bawaslu bentuk tim investigasi untuk mengusut dugaan kecurangan tersebut. Kalau terbukti benar ada kecurangan, kami minta untuk diusut secara tuntas,” tegasnya.

Ditemui terpisah, Komisioner Bawaslu Kabupaten Ciamis, Jajang Miftahudin, mengatakan, apabila PMII memiliki bukti adanya kecurangan saat penghitungan suara Pileg, baiknya segera dilaporkan ke Bawaslu. Namun, kata dia, harus juga disertakan bukti-bukti yang kuat.

“Kami sangat mengapresiasi masukan dari PMII yang sudah turut andil dalam memantau pelaksanaan Pemilu. Namun, apabila benar menemukan dugaan kecurangan, silahkan lapor kepada kami beserta lampirkan bukti-buktinya. Kalau benar terbukti ada kecurangan, pasti akan kami tindak tegas,” ujarnya, kepada Koran HR, Selasa (23/04/2019).

Sementara itu, Komisoner KPU Kabupaten Ciamis, Muharam Kurnia Drajat, mengatakan, apabila menemukan bukti kecurangan saat penghitungan suara, sebaikanya PMII segera melapor ke Bawaslu. Namun begitu, tambah dia, PMII harus menyertakan bukti-bukti terkait adanya kecurangan.

“Buktinya harus jelas dan tidak fitnah. Kalau benar ada salah hitung, baik disengaja atau tidak sengaja, saat ini masih bisa dikoreksi. Karena saat ini masih berlangsung rekapitulasi suara di tingkat PPK. Begitu juga kalau ditemukan masih ada kesalahan salah hitung di tingkat PPK, masih bisa di koreksi pada saat pleno rekap suara di tingkat KPU kabupaten,” terangnya, kepada Koran HR, Selasa (23/05/2019).

Muharam juga mengungkapkan apabila terjadi kesalahan penghitungan suara di tingkat KPPS jangan langsung menuding adanya kecurangan. Karena, menurutnya, bisa saja kesalahan terjadi akibat dari human error petugas KPPS yang kelelahan.

“Harus dipahami juga bagaimana perjuangan petugas KPPS dalam mensukseskan Pemilu. Meski  honor kecil, tetapi mereka rela begadang berhari-hari. Bahkan di Jawa Barat saja sudah banyak petugas KPPS, PPS dan PPK yang sakit akibat kelelahan. Bahkan juga ada yang sampai meninggal dunia,” pungkasnya. (Heri/Koran-HR)

Longsor TPT Rumah

Longsor TPT Rumah Terekam Kamera Amatir, Warga Singajaya Garut Panik

harapanrakyat.com,- Longsor Tembok Penahan Tebing (TPT) rumah di Garut, Jawa Barat, terekam kamera amatir warga. Meski tidak ada korban jiwa, namun insiden ini membuat...
Kaleng Kue Lebaran

Balita di Garut Kepalanya Tersangkut Dalam Kaleng Kue Lebaran, Petugas Damkar Turun Tangan

harapanrakyat.com,- Seorang balita di Garut, Jawa Barat, kepalanya tersangkut ke dalam kaleng kue lebaran, Sabtu (5/4/2025). Balita tersebut menangis kesakitan sehingga orang tuanya harus...
Obyek Wisata Curug Panganten

Remaja Asal Tasik Berenang di Obyek Wisata Curug Panganten Ciamis Berujung Maut

harapanrakyat.com,- Seorang remaja asal Kabupaten Tasikmalaya berenang di obyek wisata Curug Panganten, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berujung maut. Remaja bernama Rifki...
Tersambar Petir Saat Mandi

Seorang Warga di Tasikmalaya Tersambar Petir Saat Mandi

harapanrakyat.com,- Seorang warga di Kampung Cikajar, Kelurahan Leuwibudah, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, tersambar petir saat sedang mandi di rumahnya, Sabtu (5/4/2025). Beruntung korban...
Perahu Wisata Terbalik

Laka Laut Perahu Wisata Terbalik di Pantai Pangandaran, Polisi Ungkap Kondisi 9 Penumpang

harapanrakyat.com,- Sebuah perahu wisata terbalik di Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat. Perahu yang mengangkut sembilan wisatawan asal Karawang itu terbalik saat melintas di perairan...
Pelaku Curas

Empat Pelaku Curas terhadap Pria Disabilitas di Sumedang Berhasil Ditangkap

harapanrakyat.com,- Empat pelaku curas (pencurian dengan kekerasan) terhadap seorang pria disabilitas berinisial AK (26) di Sumedang, Jawa Barat, berhasil ditangkap jajaran Satreskrim Polres Sumedang. Uniknya,...