Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ciamis diminta untuk bersikap netral oleh ratusan massa dari Aliansi Gerakan Anti Pemilu Curang. Gerakan yang dibentuk relawan Koppasandi Ciamis dan relawan Sanghyang Jagat pendukung Prabowo Sandi ini mendatangi Kantor Bawaslu Ciamis di Jalan Juanda, Senin (29/4/2019).
Kedatangan massa relawan Prabowo-Sandi ini terutama mempertanyakan kinerja Bawaslu dalam mengawasi segala bentuk kecurangan saat penghitungan suara Pilpres.
Menurut Mama Golangsing, pimpinan Koppasandi Ciamis, ada dugaan kecurangan dalam perhitungan suara yang merugikan pasangan Prabowo Sandi. Namun selama ini belum ada tindakan secara hukum atas berbagai kecurangan tersebut.
“Kami datang ke Bawaslu Ciamis selain untuk bersilaturahmi juga untuk mempertanyakan keseriusan sikap Bawaslu dan mendukung Bawaslu agar tetap dalam koridornya,” ujarnya.
Menurutnya, ada 3 tujuan kedatangan massa ke kantor Bawaslu Ciamis, pertama, memberi sinyal agar Bawaslu menjaga kondusifitas pemilu. Kedua, meminta Bawaslu bersikap netral sesuai sumpah jabatan, dan ketiga, meminta Bawaslu mengawasi kecurangan-kecurangan yang terjadi sebagaimana diberitakan media cetak dan elektronik.
“Kami tidak ingin Ciamis juga terjadi berbagai kecurangan sebagaimana di daerah lain. Kalau ternyata kecurangan tak bisa diatasi, maka jangan salahkan akan ada people power yang sulit dilawan. Kekuatan rakyat adalah suara Tuhan,” Katanya.
Ketua Bawaslu Kabupaten Ciamis, Uce Kurniawan, mengatakan, kedatangan massa Gerakan Anti Pemilu Curang misinya selaras dengan Bawaslu.
Sejak disumpah jabatan, kata Uce, semua anggota Bawaslu bertindak netral dan profesional. Semua laporan yang masuk dan memenuhi unsur tindak pidana Pemilu akan dibawa ke Pengadilan.
“Mengawasi pemilu hakekatnya adalah kewajiban masyarakat. Tapi yang mendapatkan mandat adalah kami sebagai wakil Undang-undang,” pungkasnya. (Fahmi/R7/HR-Online)