Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Sudah 2 minggu tumbang, pohon kelapa di Ciamis berdiri tegak kembali pada Senin (4/3/2019). Pohon kelapa yang tumbuh di Dusun Neglasari, Desa Selasari, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis ini membuat warga Kawali geger dan menjadikannya sebagai tontonan gratis.
Empat (44) warga Dusun Neglasari RT 17, RW 06, mengatakan pohon kelapa yang berada di sekitar depan rumahnya tersebut tumbang saat ada hujan yang disertai angin. Pohon kelapa tersebut tumbang berbarengan dengan pohon albasiah.
“Pohon albasiah sudah digergaji, begitu juga daun pohon kelapa sudah dibersihkan, namun saat pohon kelapa mau digergaji juga kira-kira pukul 09.00, kita kaget karena pohonnya sudah berdiri tegak lagi seperti tidak pernah tumbang,” terang Empat saat ditemui HR Online, Kamis (7/3/2019).
Kejadian tersebut sontak membuat warga geger, sehingga pohon kelapa yang tegak kembali tersebut jadi tontonan warga. Dari pantauan HR Online banyak warga yang sengaja datang untuk ‘menonton’ pohon yang berdiri tegak kembali tersebut.
Sementara Herman, sekretaris Desa Selasari, yang ditemui HR Online di kediamannya membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, Herman menilai peristiwa tegaknya kembali pohon kelapa itu adalah fenomena biasa dan tidak ada hubungan dengan hal-hal mistis.
Herman mengibaratkan tegaknya kembali pohon kelapa yang sudah tumbang tersebut layaknya permainan jungkat-jungkit. “Jika satu beban di satu sisi lebih berat, sedangkan sisi lainnya lebih ringan maka otomatis bagian yang ringan itu akan terangkat,” terangnya.
Lebih lanjut Herman menjelaskan jika batang bawah pohon kelapa yang memiliki akar sangat lebar tersebut memiliki beban yang lebih berat daripada pucuk pohon kelapa. Terlebih ketika daun kelapa tersebut dipotong maka otomatis akarnya akan terangkat kembali, sehingga pohon pun kembali berdiri tegak.
Herman berharap warga tidak melebih-lebihkan kejadian tersebut, karena menurutnya berdirinya kembali pohon kelapa yang sempat tumbang tersebut bisa dijelaskan secara logika. “Itu hal yang biasa, fenomena alam biasa saja, tak perlu diperdebatkan apalagi dianggap berkaitan dengan hal-hal mistis,” tegas Herman. (Dji/R7/HR-Online)