Minggu, April 6, 2025
BerandaBerita PangandaranRibet, Kartu Tani Dikeluhkan Petani Pangandaran

Ribet, Kartu Tani Dikeluhkan Petani Pangandaran

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Para petani di Pangandaran sebagian besar mengeluhkan program kartu tani. Pasalnya, penggunaan kartu tersebut dinilai rumit.

Menurut Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Enjen Rohjena, program kartu tani di Provinsi Jawa Barat dimulai sejak tahun 2017. Saat pihaknya gencar melakukan sosialisasi, awalnya respon petani sangat bagus. Namun sayangnya pada saat tahapan teknis, banyak menghadapi kendala.

“Salah satunya adalah ada perbedaan input data dari Kementrian Pertanian (Kementan) dengan pihak jasa perbankan. Input data yang diminta oleh Kementan hanya nama, NIK, luas lahan, nama ibu kandung dan nama kelompok tani saja. Sedangkan oleh pihak perbankan diminta input data yang berbeda,” jelasnya lagi.

Selain itu, ada juga masalah yang mana belum adanya kerjasama penggunaan NIK dengan Disdukcapil, sehingga akan muncul bahwa data tersebut tidak valid.

“Padahal dengan program kartu tani ini penggunaan pupuk di masyarakat akan terdistribusikan secara optimal dan tepat sasaran. Selain itu, petani juga dapat memperoleh harga pupuk bersubsidi,” jelasnya.

Enjen menambahkan, petani yang berhak memiliki kartu ini adalah petani yang memiliki lahan pertanian di bawah 2 hektare. Sementara itu, harga soal harga pupuk di pasaran non subsidi saat ini Rp.8000. Apabila petani membeli dengan harga subsidi dan memiliki kartu tani, maka harganya bisa Rp.2000.

Selain dikeluhkan oleh petani, lanjut Enjen, program penggunaan kartu ini juga belum maksimal perangkat elektronoliknya di kios pupuk. Pasalnya, masih banyak kios pupuk yang masih belum bisa menyediakan pupuk yang terintegrasi dengan program kartu tani.

“Berdasarkan data, Dinas Pertanian mengusulkan cetak kartu tani sebanyak 35.851. Dari jumlah 35.851 yang diusulkan, terverifikasi 27.357 dan tercetak sekaligus disalurkan sebanyak 27.218,” pungkasnya. (Ceng2/R6/HR-Online)

Pasca Banjir, Bupati Sumedang Tinjau Aliran Sungai Cimande Pastikan Jembatan Pangsor Aman

Pasca Banjir, Bupati Sumedang Tinjau Aliran Sungai Cimande Pastikan Jembatan Pangsor Aman

harapanrakyat.com,- Di tengah hujan deras yang mengguyur wilayah Sumedang, Bupati Dony Ahmad Munir turun langsung ke lapangan memantau aliran Sungai Cimande, khususnya di bawah...
Arus Balik Lebaran, Jalur Alternatif Cadas Pangeran Sumedang Jadi Pilihan Pemotor

Arus Balik Lebaran, Jalur Alternatif Cadas Pangeran Sumedang Jadi Pilihan Pemotor

harapanrakyat.com,- Jalur Cadas Pangeran Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, jadi alternatif jalur bagi pemudik motor, yang kembali ke kota asal setelah pulang kampung dari sejumlah...
Kalahkan Korsel di Piala Asia U17, Ini Komentar Pelatih Timnas Indonesia

Kalahkan Korsel di Piala Asia U17, Ini Komentar Pelatih Timnas Indonesia

Timnas Indonesia menorehkan hasil memuaskan setelah kalahkan Korea Selatan (Korsel) di Piala Asia U17 2025. Pertandingan yang berlangsung di Prince Abdullah Al-Faisal Stadium, Jeddah,...
Sejarah Tebing Breksi Jogja, Berawal dari Tambang Biasa

Sejarah Tebing Breksi Jogja, Berawal dari Tambang Biasa

Tak banyak yang tahu bahwa sejarah Tebing Breksi Jogja menyimpan kisah menarik tentang transformasi luar biasa dari sebuah tambang menjadi destinasi wisata unggulan. Tak...
Rumah Semi Permanen di Cipaku Ciamis Ludes Terbakar Rata dengan Tanah

Rumah Semi Permanen di Cipaku Ciamis Ludes Terbakar Rata dengan Tanah

harapanrakyat.com,- Sebuah rumah semi permanen di Desa Selamanik, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat ludes terbakar. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Minggu (6/4/2025) sekitar...
Durian Hill Ciamis, Wisata Air yang Tawarkan Keindahan Pemandangan Gunung Sawal

Durian Hill Ciamis, Wisata Air yang Tawarkan Keindahan Pemandangan Gunung Sawal

Durian Hill Ciamis, objek wisata air dan kolam renang yang berada di kampung Sukamanah, Desa Sukawening, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kini menjadi destinasi...