Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– H. Iwan M. Ridwan, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran mengatakan Pangandaran akan berubah pada tahun 2020. Hal ini disampaikan Iwan saat menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2020. Musrenbang tersebut merupakan Musrenbang terakhir yang diikuti oleh pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Pangandaran periode 2014-2019 dimana Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang dirumuskan sebelumnya akan berakhir di tahun 2021.
“Kita melihat seluruh capaian program dan kegiatan, Alhamdulillah berkembang positif, walaupun kalau dibandingkan dengan provinsi masih jauh di bawah, tinggal upaya percepatan-percepatan saja yang harus ada, terutama menyangkut data, bisa dipersiapkan lagi keakuratannya,” kata H. Iwan M. Ridwan saat diwawancara HR Online, Kamis (7/3/2019).
Lebih lanjut Iwan M Ridwan menerangkan selain keakuratan data, bisa juga Bappeda membuat kajian dan penelitian terbaru menyangkut indikator makro tersebut.
“Mudah-mudahan janji kampanye yang dulu disampaikan sudah direalisasikan dan semuanya berjalan, seperti infrastruktur jalan, pendidikan, kesehatan dengan pembangunan 15 Puskesmas di Pangandaran, 9 diantaranya sudah dibangun dan rencananya tahun ini 2 Puskesmas lagi akan dibangun,” jelas Iwan M Ridwan.
Iwan juga meyakini tahun 2020 Pangandaran sudah mulai berubah lewat pembangunan Rumah Sakit, Piamari, dan Perkantoran yang mulai dibangun.
“Perkantoran itu menyangkut persyaratan Daerah Otonomi Baru (DOB) yang harus dibangun sebagai tempat pelayanan masyarakat,”pungkas Iwan M Ridwan.
Senada dengan Ketua DPRD, Bupati Kabupaten Pangandaran H. Jeje Wiradinata mengatakan, Pangandaran akan berubah pada 2020 dimana fokus RKPD tahun 2020 masih pada 4 poin, yakni pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan penajaman dalam pengembangan pariwisata.
“Pangandaran tahun 2020 akan berubah luar biasa, Rumah Sakit, Piamari, Unpad, Politeknik KP, pelabuhan, dan lainnya sudah mulai berjalan,” kata Jeje Wiradinata.
Lebih lanjut Jeje menegaskan, saat ini dirinya akan fokus pada akses beberapa fasilitas yang melibatkan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat, seperti penguatan Bandara Nusawiru, jalan tol dan lainnya.
“Pak Gubernur sedang proses negosiasi dengan pihak ketiga terkait pengelolaan Bandara Nusawiru, dan mudah-mudahan untuk penerbangan besar seperti Garuda bisa dilayani di Tasikmalaya untuk hari Jum’at, Sabtu, Minggu,” jelas Jeje.
Bupati Pangandaran ini menilai RPJMD sudah berjalan sesuai dengan rencana, tinggal melakukan percepatan-percepatan yang bisa diukur dari WTP,Lakip, dan seterusnya.
“PAD kita sudah Rp. 148 milyar, sudah bagus tapi belum bisa naik, kita sedang mencari upaya menaikkan pendapatan sektor wisata lainnya karena pajak hotel dan restoran belum maksimal,” pungkasnya. (Madlani/R7/HR-Online)