Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Biasanya sebuah kedai kopi selalu disuguhi dengan musik ber-genre pop, jazz, atau dangdut. Namun, berbeda dengan apa yang dilakukan pemilik Kedai Teras Ranggon Lokahita. Di kedai ini, justru pengunjung disuguhi live musik Kacapi Suling Sunda.
Suara alunan musik tradisional khas Jawa Barat ini membuat sejuk di telinga yang mendengarkannya. Pengunjung pun betah berlama-lama berada kedai tersebut sambil menikmati secangkir kopi.
Dalam penyajiannya, setelah diracik kopi ini tidak langsung dituangkan ke dalam cangkir, tapi kopi yang sudah diseduh dengan air panas itu kemudian dituangkan ke dalam sebuah batok (tempurung kelapa), sehingga rasanya lebih nikmat dan alami.
Kedai mungil yang terletak di Perumahan Bumi Indah Purwaharja, Kelurahan Purwaharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar ini buka dari jam 09.00-23.00 WIB dan selalu dipenuhi pengunjung pada malam hari, terutama pada Sabtu malam.
Selain menyuguhkan aneka macam kopi, di kedai ini pun menyediakan berbagai macam kuliner lainnya, seperti nasi goreng, mie goreng, mie rebus, serta aneka macam makanan dan minuman.
Pemilik kedai Teras Ranggon Lokahita, Dede Kuntara, mengatakan, dirinya sengaja memilih konsep tersebut karena ingin terus melestarikan seni budaya Sunda yang merupakan warisan leluhur, khususnya seni Kacapi Suling,” tuturnya, kepada Koran HR, Senin (25/03/2019).
Kedai kopi yang dikelolanya didekorasi dengan nuansa khas saung Sunda. Hal ini bertujuan agar para pengunjung selain bisa menikmati panasnya kopi, juga dapat menikmati suasana khas Sunda. “Intinya, dekorasi Sunda supaya kami bisa memanjakan para pengunjung,” ungkap Dede.
Sementara itu, Iyan Sofyan (42), salah seorang pengunjung Kedai Teras Ranggon Lokahita, mengaku hampir setiap Sabtu malam selalu datang ke kedai kopi ini. Menurutnya, kedai kopi Lokahita beda dengan kedai kopi lainnya yang ada di Kota Banjar.
“Di kedai kopi ini suasananya terasa adem, nyaman, apalagi diiringi live musik khas Sunda, yaitu Kacapi Suling,” kata Iyan.
Senada dikatakan Dindin Fahrudin (39), pengunjung lainnya yang mengaku sudah berlangganan sejak kedai kopi ini dibuka pada tahun 2017 lalu. Menurutnya, konsep kedai tersebut sangat pas bagi mereka yang membutuhkan suasana tenang.
“Saya sudah lama langganan ke sini, konsepnya bagus, tentram, nyaman, dan yang pasti sangat cocok bagi mereka yang ingin melepas penat setelah seharian sibuk dengan rutinitas pekerjaan,” kata Dindin. (Hermanto/Koran HR)