Berita Pangandaran, (harapanrakyat,com),- Sebuah klinik pengobatan alternatif yang dikenal dengan Rumah Solusi Himatera Indonesia (RSHI) yang terletak di Desa Kertajaya, Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menyatakan siap menampung dan mengobati calon legislatif (Caleg) yang stres akibat gagal dalam pemilihan umum (Pemilu) 2019.
Klinik pengobatan milik Dede Adriansyah dikenal berpengalaman dalam pengobatan kejiwaan tersebut. Bahkan, tahun 2014 silam sudah pernah menangani kasus seperti ini.
“Siapa saja yang depresi atau stres akibat pemilu gagal, RSHI siap menampungnya. Saya sudah berpengalaman dalam mengobati seperti ini, seperti dulu waktu tahun 2014,” jelas Dede kepada Koran HR, Selasa (26/03/2019).
Dede menambahkan, pihaknya pada pemilu tahun lalu sudah menangani sebanyak 3 caleg yang depresi akibat gagal, dan semuanya itu berhasil disembuhkan.
Adapun untuk tahun ini, lanjut Dede, pihaknya sudah mempersiapkan diri untuk menampung caleg yang kemungkinan mengalami stress berat.
“Dalam pengobatan yang dilakukan di sini adalah dengan metode pendekatan agama dan terapi humanisasi, seperti ruqiah, hipno zikir, hijamah, zikir munajat dan lain-lain. Jadi penyembuhanya tidak menggunakan obat. Pengobatan yang dilakukan terkesan lebih memanusiakan manusia. Nantinya mereka tidak akan dikerangkeng atau dikurung, tapi diperlakukan seperti halnya orang yang gak sertes,” ujarnya.
Sementara untuk biaya pengobatan, Dede mengaku tidak menetapkan besaran tarif, bhakan ia rela dibayar seikhlasnya oleh pasien atau keluarga pasien.
Lebih lanjut, Dede mengatakan merasa miris dengan banyaknya orang gila yang berkeliaran di Kabupaten Pangandaran, yang kebanyakan merupakan buangan dari daerah tetangga. Dan ia pun menyatakan siap bekerjasama dengan pihak terkait untuk mengatasi fenomena itu.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Aa Sukmadi, mengatakan, pihaknya belum menyediakan pelayanan khusus bagi caleg yang mengalami stres.
“Paling kami akan membantu dalam proses rujukan saja. Dan sebelum itu, kami masih bisa bantu dalam proses diagnosa sebelum dikirim ke rumah sakit. Silakan saja yang ingin dibantu, kami siap melayani,” singkatnya. (Ceng/Koran-HR)