Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Pangandaran menggelar rapat kerja daerah IV di aula salah satu restoran di Babakan Pangandaran, Selasa (19/02/2019).
Kegiatan bertajuk mewujudkan kedaulatan organisasi dan meningkatkan kualitas guru RA ini dihadiri Kasubag Bina Mental Bagian Sekda Pangandaran, Kasubag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran, Pokjawas. Ketua PGMI Indonesia, HIMPAUDI, IGTKI, dan tamu undangan a.
Yanyan, Kasubag Bina Mental Bagian Sekda Pangandaran, mengatakan, Rakerda IGRA Pangandaran diharapkan menjadi langkah untuk evaluasi dan motivasi agar organisasi lebih baik. “Kami dari Pemkab Pangandaran berharap agar organisasi ini lebih baik lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Kasubag TU Kemenag Pangandaran, Dadang Solihin, menagatakan kiprah RA di masyarakat sekarang sangat diakui, dihargai dan mendapat apresiasi meskipun masih banyak keterbatasan.
“Kita jangan pesimis, kita harus optimis dan memperlihatkan kinerja kita. Jangan sampai kinerja kita tidak ditingkatkan, tapi menuntut hak terus. Makanya mari tingkatkan kualitas pendidikan di RA agar dukungan masyarakat terhadap lembaga RA lebih kuat,” tegas Dadang Solihin.
Di tempat yang sama, Ketua Pelaksana, Ema Amalia Yazid, mengatakan, Rakerda IGRA ini tiada lain untuk mewujudkan organisasi dan meningkatkan kualitas guru IGRA yang profesional, unggul dan kreatif.
“Kegiatan ini diikuti 150 peserta yang merupakan unsur guru RA se- Kab Pangandaran, baik pengurus PD IGRA, Ketua PC IGRA Kecamatan dan Kepala RA Se-Kab Pangandaran,” kata Ema.
Sementara itu, Ketua PD IGRA Pangandaran, mengatakan, IGRA merupakan organisasi profesi yang anggotanya terdiri dari kepala dan guru RA. Sebagai organisasi profesi, IGRA ikut bertanggung jawab memikirkan kemajuan dan meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini.
“Selama empat tahun berjalan, IGRA Pangandaran telah berupaya semaksimal mungkin menjadi bagian penopang pembangunan mental yang berbasis karakter, apalagi memang kita mempunyai ciri khas dengan nilai-nilai islam yang dikembangkan sejak usia dini. Maka Alhamdulillah masih bisa menjadi mitra serta kepanjangan tangan baik itu dari Kementerian Agama maupun Pemerintah Daerah dalam spesialisasi bidang yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” paparnya. (Mad/Koran HR)