Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Ciamis Reptilian Comunity (CRC), komunitas pecinta reptil yang didirikan pada tahun 2017 ini konsen memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai hewan reptil. Pasalnya, masih banyak diantara masyarakat merasa takut dan cenderung ingin membunuh saat menemukan reptil di alam liar.
Pembina CRC, Joehanes Liem atau akrab disapa Akong, ketika ditemui Koran HR, Selasa (19/03/2019), menuturkan, tidak semua masyarakat akrab dengan reptil, seperti ular, kadal, iguana dan biawak.
“Tidak sedikit yang takut terhadap reptil, dan malah ingin membunuhnya,” kata Akong.
Akon menjelaskan, CRC merupakan komunitas pecinta reptil di Kabupaten Ciamis. Anggota CRC sudah banyak, mencapai puluhan orang. Anggota CRC selalu menyempatkan waktu untuk berbagi informasi dan pengalaman mengenai reptil.
“Kami juga selalu memberikan sosialisasi kepada masyarakat,” katanya.
Menurut Akong, sosialisasi yang disampaikan masyarakat diantaranya mengenai seluh-beuk reptil, khususnya ular. Termasuk bagaimana menangani saat menghadapi ular di lingkungan sekitar.
“Sosialisasi sekaligus edukasi seperti ini selalu dilakukan pada acara-acara sekolah, kampus dan momen car free day (CFD),” katanya.
Lebih lanjut, Akong mengungkapkan, agenda sosialisasi dan edukasi mengenai reptil sudah merupakan misi didirikannya CRC. Targetnya, agar anak-anak dan masyarakat tidak hanya mengetahui retil, khususnya ular, melalui gambar saja.
Akong berharap, komunitas pecinta reptil ini bisa merubah paradigma masyarakat soal reptil. CRC juga ingin, masyarakat tidak merasa takut dengan jenis hewan melata tersebut. (Fahmi/Koran HR)