Berita Ciamis (harapanrakyat.com),– Modus penipuan yang dilakukan oknum misterius melalui kupon undian berhadiah langsung tanpa diundi mulai menyebar ke desa-desa. Salah satunya di wilayah Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, diketahui Erah, warga desa Cipaku mendapati kupon undian berhadiah tersebut di kursi depan rumahnya, Sabtu (2/3/2019).
Erah mengaku kaget ketika pagi-pagi keluar dari rumahnya ia mendapati amplop tertutup rapi di atas kursi. Ketika dibuka, amplop tersebut rupanya berisi kupon undian berhadiah honda jazz RS dari biskuit roma. Hanya saja dalam undian tersebut tercantum perusahaannya atas nama PT. Jhondri Kappa, sementara biskuit roma yang asli diproduksi oleh PT. Mayora Indah Tbk. “Kaget dan tidak tahu siapa yang menaruhnya di kursi depan rumah saya,” terang Erah.
Bahkan untuk meyakinkan si penerima kupon, dalam kertas undian tersebut juga tercantum alamat lengkap perusahaan, nama direktur perusahaan dan kepolisian yang dilengkapi dengan foto.
Erah kemudian membicarakan kupon undian tersebut bersama keluarganya, bahkan ia juga sempat akan menghubungi kontak telepon layanan konsumen yang tercantum pada hologram kupon undian tersebut. Beruntung salah satu keluarganya ada yang melarang, sehingga Erah pun mengurungkan niatnya untuk menghubungi kontak layanan konsumen tersebut.
Keluarga Erah menduga kupon undian yang didapatnya merupakan upaya orang tak dikenal yang sengaja ingin melakukan penipuan. Dari kemasan kupon undian yang meyakinkan tersebut, bisa jadi banyak yang kena tipu jika tidak berhati-hati. “Beruntung saya mah dibicarakan dulu, kalau tidak entah apa yang akan terjadi,” kata Erah.
Sementara salah satu Sumber HR mengatakan penipuan kupon undian berhadiah yang dilakukan oknum misterius ini disinyalir sudah terorganisir. Hal tersebut terlihat dari adanya surat izin kegiatan yang berani mencantumkan penanggung jawab promo. Meski demikian apa yang dilakukan oknum tersebut adalah perbuatan illegal karena dimaksudkan untuk melakukan penipuan dengan sasaran warga desa.
“Kita harus waspada, sebab si penipu ini akan melakukan seribu cara untuk mendapatkan mangsanya, yang saat ini sudah mulai menyebar ke desa-desa,” ujarnya. (Edji/R7/HR Online)