Malware jahat baru-baru ini kembali ditemukan. Malware di smartphone dengan nama DrainerBot ini pertama kali ditemukan oleh tim peneliti dari Oracle Corp.
Mengutip dari washingtonpost, malware di smartphone ini dapat menguras baterai secara sekaligus. Bukan hanya itu saja, DrainerBot juga bisa menyedot data internet sampai 10 GB selama satu bulan, dengan cara mengunduh video iklan.
Menurut tim teknologi Oracle Corp, ‘pendistribusian’ malware jahat ini yaitu lewat kode di smartphone yang sudah kena infeksi.
DrainerBot terpasang di aplikasi yang tersedia di Google Play Store. Kode tersebut disebarkan lewat perangkat lunak (software) yang dikembangkan untuk Android, yang diinfeksikan ke beberapa aplikasi serta game smartphone.
Aplikasi tersebut antara lain Draw Clash of Clans, augmented reality Perfect365, aplikasi lagu Touch n Beat, VertexClub serta Cinema. Namun saat ini pihak Google sudah menghapus semua aplikasi yang sempat populer tersebut.
Malware DrainerBot bertugas untuk mengirim video berbentuk iklan palsu tapi tidak kelihatan oleh si pengguna. Lalu, aplikasi yang disebutkan di atas dan sudah terpasang di ponsel, maka kuota internet akan terkuras. Karena sambil mencuri data internet, maka otomatis smartphone terus berjalan seperti sedang mendownload film.
Aplikasi-aplikasi palsu yang disusupi malware di smartphone ini, ternyata sudah diunduh oleh pengguna mencapai 10 juta lebih.
Ketika salah satu aplikasi sudah dipasang, maka akan ada pembaruan kode yang membawa ‘tugas’ baru serta membawa dampak yaitu video iklan palsu. Namun iklan tersebut secara sembunyi atau tidak nampak pada layar, itulah yang menjadikan pemilik smartphone tidak sadar akan adanya malware.
Oracle menjelaskan, bahwa malware di smartphone ini saat melakukan pengunduhan video yang menguras data internet sampai 10 GB, bisa memperlambat ketika melakukan browsing.
Iklan palsu itu terus berjalan meskipun aplikasi tidak digunakan atau ketika dalam mode tidur.
Menurut Senior Veep of Oracle Data Cloud Eric Roza, DrainerBot adalah salah satu operasi penipuan iklan besar, yang bisa mengakibatkan kerugian berupa finansial terhadap orang lain.
Aplikasi yang ada malwarenya ini memicu menayangkan iklan palsu guna memberitahukan kembali pada jaringan iklan, bahwa iklan tersebut yang sudah keluar di situs pengiklan yang sah. Namun kenyataannya laporan iklan itu adalah penipuan. (Adi/R5/HR-Online)