Sekum HMI Cabang Ciamis periode 2018-2019, Jejen Zainal Muttaqin, mengungkapkan bahwa hari ini Ciamis sedang mengalami krisis keteladanan.
“Beberapa hari lalu terjadi tindak kekerasan oleh sejumlah anggota geng motor. Tahun lalu, Bulan Maret, April, Oktober, belum bulan-bulan yang lainnya, banyak sekali pasangan mesum yang digrebek Satpol PP. Ini merupakan bentuk krisisnya keteladanan,” tuturnya.
Jejen menjelaskan, kenapa hal itu bisa disebut krisis keteladanan. Lantaran kasus-kasus seperti itu rata-rata dilakukan oleh anak muda.
Belum lagi kasus-kasus yang lain. Itu menandakan bahwa anak muda hari ini banyak yang kehilangan teladan, sehingga mereka tidak bisa memahami antara yang pantas dan tidak pantas.
“Anak muda itu sangat butuh keteladanan dari para senior dan orang tuanya. Agar kita bisa memahami mana yang baik, mana yang buruk, mana yang pantas, dan mana yang tidak pantas. Kalau sekedar tahu, setiap orang pasti bisa. Tapi kalau faham, itu perlu dididik dan dibina,” tambah Sekum HMI Universitas Galuh tersebut.
Untuk itu, Jejen mengajak para senior setiap organisasi ataupun komunitas, guru, dosen, ataupun tokoh, untuk bersama-sama membangun keteladanan bagi anak muda. Menurut dia, tantangan moral di era digital sekarang ini sangatlah kuat.
“Di era digital ini tantangannya sangat berat. Jadi kita harus terus bersama-sama membangun keteladanan. Hal itu sebagai filtrasi dari arus informasi yang tiada batas. Serta mendidik dan membina generasi di bawah kita,” pungkasnya. (Deni/R4/HR-Online)