Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Program Ajengan Masuk Sekolah (AMS) di Kabupaten Pangandaran merupakan salah satu program pendidikan unggulan yang diprioritaskan pemerintahan Bupati H. Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati H Adang Hadari. Melalui program ini diharapkan bisa membentuk karakter siswa berperilaku baik, taat beribadah dan terbiasa mendalami ilmu agama.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, Surman, mengatakan, sebelum Pangandaran menjadi kabupaten, peringkatnya di posisi keempat dari bawah di tingkat provinsi. Namun, sejak definitif justru semakin naik dengan menempati posisi rangking ke-9 di Jawa Barat.
“Salah satu program yang diunggulkan adalah Ajengan Masuk Sekolah (AMS) maupun Pangandaran mengaji. Dengan kucuran dana yang tidak sedikit dalam program itu, diharapkan bisa meningkatkan kualitas pendidikan di Pangandaran, terutama dalam pendidikan karakter,” katanya, Selasa (19/02/2019).
Berita Terkait: Program AMS di Pangandaran Dilirik Pemprov Jabar
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dewi Sartika, mengatakan, program AMS yang digulirkan Pemkab Pangandaran itu selaras dengan program Gubernur Ridwan Kamil. Maka dari itu, pihaknya belajar cukup banyak dari Pemkab Pangandaran yang mana telah menjalankan sejak beberapa tahun lalu.
“Kami sangat mengapresiasi Pemkab Pangandaran dalam keseriusannya memperbaiki di dunia pendidikan. Bahkan, kami menilai Pangandaran sudah setara dengan daerah lain dari dunia pendidikannya,” kata Dewi.
Dalam waktu dekat, lanjutnya, Pemprov Jabar bakal menerapkan program AMS atau Ajengan Masuk Sekolah di seluruh kabupaten/kota Jawa Barat. Meski begitu, ia mengaku bakal melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan berbagai daerah yang mana sangat beragam konsep pendidikannya.
“Kita survey dulu ke daerah-daerah sebelum digulirkan, karena tiap daerah itu beda-beda karakternya. Mudah-mudahan program Ajengan Masuk Sekolah bisa cocok diterapkan di seluruh kabupaten/kota di Jabar,” pungkasnya.
Sebelumnya, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, mengatakan, ada anggaran sekitar 15 milyar tahun ini untuk program pendekatan agama, kebangsaan dan budaya. Sebelumnya, Bupati mengaku berfikir sederhana, karena ketika Pangandaran sebagai kabupaten pariwisata yang mendunia akan sangat berpengaruh terhadap karakteristik generasi bangsa.
“Ajengan masuk sekolah untuk pembinaan perilaku. Sedang guru PAI mendidik dari pengetahuannya. Penerapan program AMS di Jabar memang tidak mudah, mengingat masyarakatnya sangat komplek, untuk itu perlu kajian serius,” kata Jeje.
Jeje menegaskan, tahun ini pihaknya sedang melakukan evaluasi dengan membentuk kelembagaan yang terdiri dari kyai dan akademisi. Menurut dia, program pangandaran mengaji sangat berdampak pada indeks sikap siswa yang kini menunjukkan kenaikan signifikan.(Ntang/Koran-HR)