Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- KPU Pangandaran mengungkapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dari Pemilihan Gubernur Jawa Barat ke Pemilihan Umum yang bakal digelar Rabu (17/4/2019) di Kabupaten Pangandaran mengalami kenaikan.
Menurut Ketua Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pangandaran, Muhtadin, kenaikan DPT dari Pilgub Jabar ke Pemilu tersebut mencapai 8.942 jiwa.
“Sejak Pangandaran resmi menjadi kabupaten itu sudah 2 kali menyelenggarakan Pemilu. Dari Pemilu ke Pemilu yang sudah berlangsung, DPT-nya terus mengalami kenaikan,” kata Muhtadin, Selasa (05/02/2019).
Ia menjelaskan, pada penyelenggaraan Pemilu pertama pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di tahun 2015, jumlah DPT tercatat 308.663. Sementara pada penyelenggaraan Pemilu kedua, yaitu Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur di tahun 2018 jumlah DPT tercatat 311.176.
“ Jadi, Kenaikan DPT dari Pemilu 2015 ke Pemilu 2018 tercatat 2.513 jiwa,” tambahnya.
Muhtadin menambahkan, DPT untuk Pemilu Serentak 2019 tercatat sebanyak 320.118 jiwa. Jadi, hal ini menunjukkan adanya kenaikan DPT yang sangat signifikan dari Pilgub Jabar ke Pemilu yang mencapai 8.942 jiwa.
“Sampai saat ini kami belum menemukan penyebab kenaikan DPT dari Pemilu ke Pemilu di Pangandaran. Yang pasti, kami meyakini tingkat partisipasi masyarakat dalam menyalurkan hak pilih termasuk kategori baik,” imbuhnya.
Pada saat pemilihan Bupati dan Wakil Bupati pada tahun 2015 lalu, partisipasi hak pilih mencapai 77,94 persen, dan pada Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat di tahun 2018 partisipasi hak pilih mencapai 79,04%. Sedangkan dari jumlah DPT sebanyak 320.118 pada pemilu 2019 ini KPU Pangandaran menargetkan partisipasi masyarakat mencapai 79,89%.
“Kami menargetkan partisipasi kabupaten sampai 79,89%, sedangkan target partisipasi nasional 77,5%. Jika target kabupaten 79,89% dengan DPT 320.118, berarti hak pilih yang menyalurkan haknya harus mencapai 255,743 jiwa. Sedangkan jika ditargetkan dengan target partisipasi nasional, dari DPT 320.118, hak pilih yang menyalurkan suara harus mencapai pada angka 248.092 jiwa,” pungkasnya. (Ceng2/HR-Online)