Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Kader HMI Unigal Ciamis (Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Universitas Galuh) menggelar kajian mengenai tantangan era revolusi industri 4.0. Pasalnya di era revolusi industri 4.0 terjadi peralihan sumberdaya, dari sumberdaya manusia ke sumberdaya mesin atau komputer.
Ketua Umum HMI Komisariat Unigal, Firman Maulana, Senin (25/02/2019), menyatakan bahwa komputasi di berbagai lini sedang terjadi. Maka, kompetensi di bidang informasi teknologi (IT) sangatlah penting.
“Di era industri 4.0 ini, komputasi di berbagai lini marak terjadi. Kemajuan teknologi ini menjadi tantangan kita masa kini dan masa depan,” kata Firman.
Firman mengungkapkan, kajian tersebut dilaksanakan di Sekretariat HMI Komisariat Unigal di wilayah Sudimampir, Mekarjaya, Baregbeg. Kajian dengan tema Urgensi Semangat Insan Pencipta di Era Revolusi Industri 4.0 itu diikuti para kader HMI Unigal Ciamis dari berbagai fakultas.
Menurut Firman, kader HMI Unigal Ciamis harus mampu menyebarkan semangat akademis kepada mahasiswa lainnya, mulai dari semangat membaca, menulis dan berdiskusi. Semangat ini untuk memberikan kontribusi positif kader dan mahasiswa kepada kampus Unigal.
“Budaya akademis ini harus dirawat dan disebarkan. Karena kebutuhan akan ilmu di era teknologi ini semakin kompleks. Kita akan sulit menghadapi era ini, jika kita tidak memiliki semangat untuk mengkaji dan mempersiapkan kompetensi,” tuturnya.
Kader HMI Unigal Ciamis Diminta Kuasai IT
Sekretaris Umum HMI Cabang Ciamis, Jejen Zainal Muttaqin, mengimbau mahasiswa kader HMI harus mulai beradaptasi dan memiliki kompetensi di bidang IT, seperti menguasai desain grafis, website atau blog dan lain sebagainya.
“Kecanggihan teknologi terus meningkat. Maka kompetensi bidang IT harus dikuasai mahasiswa. Tapi itu harus seiring juga dengan pemahaman tentang ideologi dan kemanusiaan,” paparnya.
Jejen menegaskan, sebagai universitas satu-satunya di Ciamis dan terbesar di wilayah Priangan Timur, kader HMI Komisariat Unigal harus mampu mencerminkan kampusnya dengan kompetensi yang tinggi dan kelimuan yang komprehensif.
“Kader HMI Unigal harus terus menjaga nama baik almamater dan mengharumkannya melalui kompetensi yang tinggi dan karya-karya yang positif,” tandasnya.
Pada kesempatan yang sama, Jejen berharap kader-kader HMI di Unigal menciptakan suatu karya sebagai bentuk kontribusi kepada kampus. Selain itu, terus meningkatkan keilmuan melalui kegiatan-kegiatan diskusi.
“Jika kita belum mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap kampus, maka teruslah evaluasi, dan tingkatkan pengkaderan, sehingga semangat itu akan terus berlanjut,” pungkasnya. (Deni/R4/HR-Online)