Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Komisi III DPRD Kabupaten Ciamis, Rabu (13/02/2019), menggelar sidak ke area taman Alun-alun Ciamis yang beberapa bulan lalu baru selesai direvitalisasi. Sidak itu dilakukan menyusul proyek revitalisasi Alun-alun Ciamis yang menghabiskan anggaran sebesar Rp. 2,3 milyar ini, kini mendapat sorotan publik.
Sebabnya, publik menilai hasil pembangunan dari revitalisasi itu tidak mencerminkan sebuah proyek yang menghabiskan anggaran milyaran rupiah. Karena kondisi saat ini dengan sebelum direvitalisasi tidak mengalami perubahan yang signifikan.
Ketua Komisi III DPRD Ciamis, Oyat Nur Ayat, menegaskan, anggaran proyek revitalisasi Alun-alun Ciamis sebesar Rp. 2,3 milyar dengan hasil pembangunan seperti sekarang ini dinilainya terlalu mahal. Sebab, menurutnya, pasca direvitalisasi kondisi Alun-alun tidak tampak ada perubahan yang mencolok.
“Hanya penggantian paving blok serta penataan taman saja bisa sampai menghabiskan anggaran sebesar Rp. 2,3 milyar. Menurut kami proyek ini terlalu mahal apabila dibandingkan dengan kondisi sebelum dan sesudah direvitalisasi. Wajar saja proyek ini mendapat sorotan publik. Bahkan, ramai diperbincangkan di media sosial,” ujarnya, di sela-sela sidak.
Oyat menegaskan pihaknya akan segera memanggil Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Ciamis untuk diminta menjelaskan terkait kondisi tersebut. Pihaknya, kata dia, juga akan meminta pihak dinas untuk memberikan penjelasan secara transparan.
Oyat pun menyayangkan program penataan Alun-alun yang anggarannya bersumber dari dana bantuan provinsi ini malah menjadi sorotan publik. Padahal, kata dia, penataan taman alun-alun di setiap kota/kabupaten di Jawa Barat merupakan bagian dari program Jabar Juara yang dicanangkan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil. “Makanya hal ini perlu kami pertanyakan,” tegasnya.
Sementara itu, aktivitas LSM Inpam Ciamis, Endin Lidinilah, menganggap bahwa program revitalisasi Alun-alun Ciamis belum dianggap perlu. Selain kondisi sebelumnya masih terlihat bagus, juga kebijakan anggaran untuk revitalisasi Alun-alun tidak mencermin rasa keadilan.
“Seharusnya Pemkab fokus dulu pada program-program strategis yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, seperti pembangunan jalan, pelatihan wirausaha dan latihan kerja serta bantuan Rutilahu untuk renovasi rumah rakyat miskin. Saya heran juga, kenapa untuk bantuan Rutilahu Pemkab selalu bilang kekurangan dana. Sementara untuk pembangunan taman Alun-alun bisa menganggarkan hingga milyaran rupiah,” tegasnya. (R2/HR-Online)