Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Baru selesai dibangun pada akhir tahun lalu atau baru beberapa bulan, bangunan food court Taman Lokasana Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tampaknya sudah terdapat kerusakan, tepatnya pada plafon yang terlihat bocor. Proyek yang menghabiskan anggaran sebesar Rp. 1,8 milyar ini hingga kini belum dibuka untuk ditempati para pedagang.
Dari pantauan Koran HR Selasa (19/02/2019), bangunan yang diharapkan dapat meningkatkan keramaian di Taman Lokasana ini masih ditutup dengan menggunakan seng. Ketika masuk ke dalam bangunan, langsung terlihat atap plafon yang bocor. Hal itu ditandai dengan bercakan warna coklat di antara atap plafon yang sekellingnya berwarna putih.
Selain itu, terlihat juga kebocoran di beberapa titik atap lainnya. Selain ditandai dengan warna coklat, juga ada dua titik lubang di plafon. Selain di ruangan yang terbuka, kebocoran dapat ditemukan di ruangan-ruangan yang disekat kecil atau untuk tempat para pedagang berjualan. Sementara di salah satu sisi lantai atas bangunan, juga terlihat adukan semen yang tampak masih baru.
“Bangunan food court Taman Lokasana ini belum pernah dibuka untuk umum, tapi sudah ada yang bocor. Tidak hanya satu atau dua. Di atap plafon ada beberapa titik yang bocor, bahkan sampai ada yang bolong,” kata Ayu, warga Ciamis yang ikut melihat bagian dalam bangunan.
Ayu mengaku mendukung konsep penataan taman Lokasana sebagai fasilitas pelengkap dalam mendukung upaya pemerintah dalam menyedikan ruang publik yang diperuntukan tempat olahraga masyarakat. Namun begitu, yang menjadi pertanyaan, mengapa sampai saat ini belum dibuka untuk umum. Padahal bangunan food court Taman Lokasana dan fasilitas pendukung lainnya sudah selesai pada bulan Desember 2018 lalu.
“Pengerjaannya tidak berbeda jauh waktunya dengan penataan Taman Alun-alun yang juga tuntas bulan Desember 2018,” ujarnya.
Dia juga menyayangkan kerusakan yang ada di bangunan baru tersebut. Dia berharap kerusakan pada bagian plafon segera diperbaiki sebelum kerusakan semakin meluas dan semakin parah.
“Jika melihat kondisinya, kebocoran pada plafon seperti sudah lama. Sebab, bercak kebocoran sudah berwarna coklat dan melebar. Daripada bocor tidak dipakai, mendingan fasilitas baru ini segara dibuka untuk umum. Selain itu, kerusakan plafon pun harus segera diperbaiki,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Ciamis Oman Rohman, Selasa (19/02/2019), belum berhasil ditemui di kantornya. Menurut stafnya, Oman sedang keluar kantor. Sementara dihubungi lewat telepon selulernya, tidak ada jawaban. (Bgj/Koran-HR)