Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Di awal tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Ciamis mendapatkan penghargaan dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (LHK RI). Dan untuk kali kedelapan, Kabupaten Ciamis meraih penghargaan Adipura Kencana.
Perhargaan Adipura Kencana tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kala dan Menteri LHK RI, Siti Nurbaya, kepada Bupati Ciamis, H. Iing Syam Arifin, di Auditorium Manggala Wanabhakti Jakarta, Senin (14/01/2019).
Bupati Ciamis, Iing Syam Arifin, ketika ditemui Koran HR, Selasa (15/01/2019), mengaku bersyukur karena Kabupaten Ciamis kembali mendapatkan penghargaan Piala Adipura Kencana. Selain itu, Iing juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang ikut terlibat langsung dan tidak langsung, hingga penghargaan itupun didapat.
“Ini merupakan prestasi di akhir masa jabatanya yang akan berakhir pada Bulan April 2019 mendatang. Terimakasih kepada seluruh masyarakat dan DPRKPLH, sehingga pemerintah kembali meraih penghargaan Adipura ini. Kedepan supaya lebih ditingkatkan lagi, terutama dalam masalah pola hidup bersih dan menjaga lingkungan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis, H. Oman Rohman, ketika ditemui Koran HR, Selasa (15/01/2019), penghargaan ini berhasil diraih karena banyak faktor. Terutama dalam bidang kebersihan, karena terus diterapkan dengan mengerahkan petugas kebersihan yang sering disebut “Pasukan Ungu”.
“Mereka (Pasukan Ungu) merupakan ujung tombak diraihnya penghargaan Adipura Kencana ini. Karena tanpa petugas kebersihan yang setiap hari bergelut membersihkan sampah, Ciamis belum tentu bersih,” katanya.
Oman menuturkan, Penghargaan Adipura ini tidak didapatkan dengan mudah. Tanpa kerja keras semua pihak, dan juga andilnya masyarakat Kabupaten Ciamis dalam memperhatikan kebersihan lingkungan, penghargaan ini mustahil didapat.
Pada kesempatan itu, Oman menyebutkan, jumlah petugas kebersihan hanya 134 orang dan tersebar di sejumlah titik perkotaan, seperti kawasan alun-alun, pasar, terminal, taman lokasana dan juga jalan protokol. Mereka bertugas membersihkan sampah sehingga setiap hari Ciamis selalu bersih.
“Adipura bukan hanya sebagai simbol saja. Selain petugas, kita (masyarakat) juga harus merupakan faktor besar yang turut serta mendapatkan penghargaan ini. Untuk itu, masyarakat harus senantiasa menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan,” jelasnya.
Oman juga meminta masyarakat Ciamis mempertahankan Penghargaan Adipura. Agar di tahun-tahun mendatang, Kabupaten Ciamis bisa kembali meraih penghargaan tersebut. Untuk itu, pemerintah juga akan meningkatkan fasilitas dan sarana-prasarana penunjang program tersebut.
“Mudah-mudahan tahun depan Ciamis bisa meraih kembali Adipura. Untuk itu peran serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan terutama dibidang kebersihan harus terus ditingkatkan,” katanya.
Lebih lanjut, Oman menambahkan, saat ini produksi sampah di Ciamis mencapai 100 ton perhari, dengan rata-rata armada menarik sampai tiga hingga lima rit ke tempat pembuangan sampah akhir (TPSA) yang berada di Kecamatan Banjaranyar.
Selain sukses mengelola urusan persampahan, Ciamis juga tergolong daerah yang memiliki kawasan hutan kota yang cukup banyak. Keseimbangan lingkungan hidup di Tatar Galuh sejauh ini masih terjaga dengan baik. (es/Koran-HR)