Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Sudah hampir dua tahun, Emma Castello, warga asal Amerika, mengajar Pendidikan Bahasa Inggris di Kampus MAN 4 Ciamis, di wilayah Kecamatan Pamarican. Hal tersebut tentunya menjadi kebanggaan tersendiri, baik pihak sekolah maupun siswa.
Ketika ditemui Koran HR di Kampus MAN 4 Ciamis, Sabtu (09/01/2019), Emma, mengaku sangat senang bisa mengajar di sekolah tersebut.
“Saya sangat senang bisa mengajar di sekolah ini. Anak-anaknya pintar-pintar. Saya katakan mereka paling pintar di dunia ini,” ucapnya menggunakan Bahasa Indonesia dengan lancar.
Emma mengaku dirinya merupakan relawan yang ditugasi untuk mengajarkan Bahasa Inggris di sekolah tersebut. Emma mengaku sangat menyukai orang-orang di Pamarican. begitu pun dengan para siswanya.
“Mereka pandai dan mudah mencerna apa yang saya ajarkan,” terangnya.
Diakui Emma, sebentar lagi dirinya akan segera menyelesaikan tugas mengajar di sekolah tersebut. Karena terbatas kontrak dua tahun, dia terpaksa harus mengakhiri tuganya mengajar di sekolah tersebut.
“Terlebih, saya juga sudah kangen keluarga di Amerika,” katanya.
Kepala Sekolah, Aris Mujiharto, ketika ditemui Koran HR, Selasa (22/01/2019), kehadiran Emma Castelo di sekolahnya itu sangat membantu pihaknya dalam kegiatan proses belajar-mengajar Bahasa Inggris.
“Jelas (kehadiran Emma) sangat membantu perkembangan Bahasa Inggris siswa disini. Para siswa pun kini sudah pandai menggunakan Bahasa Inggris. Bahkan dalam kesehariannya, siswa selalu menggunakan Bahasa Inggris ketika bicara dengan Emma, meski Emma lancar berbahasa Indonesia,” katanya.
Diakui Aris, kedatangan guru Bahasa Inggris asal Amerika bukan pertama kali ke sekolahnya. Sebelum Emma, sekolah tersebut juga pernah kedatangan guru dari Amerika. Tapi karena kontraknya habis, guru tersebut pun pulang dan digantikan oleh Emma.
“Untuk guru dari luar negeri, sekolah tidak mengeluarkan biaya honor bulanan. Dia benar-benar relawan yang tidak kita bayar. Dalam keseharian, Emma kita kenal dengan sosok yang baik. Tidak pernah meminta apa-apa. Bahkan untuk menu makan pun dia mengikuti keseharian kita disini,” terangnya.
Untuk mendaparkan guru seperti Emma, kata Aris, pihaknya hanya mengajukan kepada Yayasan. Setelah itu, Yayasan akan mengirimkan relawannya ke sekolah. Tapi tentunya tidak semua sekolah bisa mendatangkan guru dari luar negeri.
“Semuanya melalui proses, sebelum di setujui, sekolah kita dicek terlebih dahulu, setelah semuanya dianggap memenuhi standar, baru ajuan diterima. Alhamdulillah, sudah ada dua Guru Bahasa Inggris yang langsung dari Amerika. Dan setelah masa kontrak Emma habis, kami akan mengajukan kembali penggantinya,” paparnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupatem Ciamis, Agus Abdul Kholik, mengaku sangat bangga dengan adanya sekolah yang mampu mendatangkan tenaga pengajar dari luar negeri.
“Ya saya jelas merasa bangga, ada sekolah seperti ini. Karena tidak semua sekolah mampu mendatangkan guru seperti Emma. Ini bagus untuk perkembangan dunia pendidikan di kita. Karena secara otomatis, siswa akan lebih menyerap ilmu bahasa jika gurunya langsung orang asing (bule). Berbeda dengan ketika guru lokal,” katanya. (Suherman/Koran HR)