Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Tebing setinggi 35 meter yang berada di bantaran Sungai Ciharus, tepatnya di Dusun Sukaharja RT 03/RW 02 Desa Petirhilir, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jum’at (07/12/2018), sekitar pukul 17.30 WIB, mengalami longsor hingga materialnya menutup aliran sungai.
Kini, aliran sungai tersumbat material longsor dan dikhawatirkan akan menimbulkan banjir ketika hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Selain itu, apabila terjadi banjir, tiga rumah warga yang berada di bantaran sungai dipastikan akan terendam. Pasalnya, posisi tiga rumah itu tak jauh dari aliran sungai yang tertutup longsoran tanah.
Kabid Kadaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, mengatakan, longsor disebabkan dari air yang berasal dari sawah, kolam dan air hujan menggenang di atas tebing. Ketika terjadi hujan deras dengan intensitas tinggi selama sepekan terakhir ini, kata dia, membuat genangan air di atas tebing semakin meluber.
Karena ada tekanan air yang semakin banyak, lanjut Ani, mengakibatkan tebing yang cukup curam itu akhirnya longsor dan muntahan materialnya langsung menutup aliran sungai yang posisinya berada di bawahnya. “Akibat aliran sungai tertutup material longsor, akhirnya air tersumbat. Kini air sungai Ciharus di Baregbeg Ciamis ini mengalirnya tidak lancar, karena material longsor yang jatuh ke sungai sudah seperti bendungan,” ujarnya.
Dengan kondisi itu, kata Ani, pihaknya khawatir terjadi banjir apabila Sungai Ciharus mengalami peningkatan debit air. “Kalau terjadi hujan lebat dan mengakibatkan debit air meninggi, kami khawatir terjadi banjir. Karena di bantaran sungai dekat longsoran terdapat tiga rumah warga. Kalau terjadi banjir, tiga rumah itu dipastikan terendam,” ujarnya.
Ani mengatakan sangat mendesak untuk segera didatangkan alat berat dan pompa air guna mengangkat sekaligus membersihkan material longsor yang menutup aliran sungai. “Kalau tidak mau terjadi banjir, maka harus diangkat material longsornya yang menutup aliran sungai,” ujarnya.
Pihaknya, lanjut Ani, sudah menurunkan anggota Pusdalops untuk terus memantau kondisi sungai setelah tertutup material longsor. “Petugas Pusdalops bersama aparat desa setempat dan dibantu warga terus memantau perkembangan di lokasi. Hal itu ditakutkan sewaktu-waktu debit air sungai naik dan menyebabkan banjir. Langkah awal yang kami lakukan adalah meminta warga meningkatkan kesiagaan karena bencana longsor ini berpotensi menimbulkan banjir,” pungkasnya. (R2/HR-Online)